11 KK Korban Tanah Ambles Di Rembang Dapat Bantuan Rumah

NEWS

Rembang-Inspirasiline.com. 11 Kepala Keluarga (KK) korban tanah gerak/amblas di Desa Sumberjo Rembang Kota, mendapat bantuan rumah masing-masing senilai Rp 30 juta. Dan pembangunannya sudah dimulai.

Pembangunan itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz, Senin (10/4) lalu. Lokasi relokasi dekat Bong Cino, desa setempat.

Masing-masing dapat bantuan Rp 30 juta, sehingga totalnya Rp 330 juta. Pembangunan di target usai lebaran selesai.

Bupati Hafidz menyatakan senang melihat lokasi relokasi. Karena cukup trategis. Berada di tengah kota. Sudah padat penduduk. Lokasinya luas dan ketersediaan air cukup baik.

Pada acara tersebut Hafidz didampingi Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Rembang H Agus Salim beserta tim.  Hadir juga Kepala Desa Sumberjo Slamet Rahayu bersama perangkatnya.

Peletakan batu oertama dimulai dengam pemasangan umpak okeh Hafidz. ”Semoga berkah,” ucap Hafidz.

Bupati Hafidz menyatakan, musibah harus ada penanganan ekstra. Tidak bisa dilakukan biasa. Ketika sudah diputuskan dibangun, sumber pembiayaan dicari. Bersyukur dapat CSR dari  Bank Jateng, Baznas, dan BKK Lasem.

Sehingga rumah yang direncanakan Rp 30 juta terpenuhi dari anggaran csr (corporate social responsibility) . Total ada 11 rumah. Awalnya hanya 3-4 rumah yang punya legalitas. Namun pemkab ambil keputusan bukan legal atau sebaliknya, tetapi sisi kemanusiaan.

Kepala DPKP Kabupaten Rembang Agus Salim menambahkan, sesuai yang telah disampaikan bupati sumber anggaran dari CSR. Dari Bank Jateng, BKK Lasem dan Baznas. Untuk pembangunan selanjutnya sesuai otonomi desa.

”Kepala desa bersurat di DPKP untuk membuatkan gambar teknis untuk hunian tetap. Sudah kita kirimkan. Satu rumah Rp 30 juta, sehingga total Rp 330 juta,” imbuhnya.

Kades Sumberjo Slamet Rahayu mengatakan, pemerintah desa kerjasama dengan DPKP. Rumah disediakan dengan lahan 10×6 meter. Dengan bangunan 5×6 ditambah kamar mandi.

”Cukup layak bangunan yang akan kita serahkan ke warga terdampak tanah amblas. Kita dapat anggaran Pemkab, per unit Rp 30 juta. Harapanya waktu sebulan cukup. Bangunan jadi dan bisa ditempati. Kita kebut!” imbuhnya. (yon daryono)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *