Rembang-Inspirasiline.com. Perkelahian antar pemuda saat malam takbiran terjadi di Kecamatan Lasem Jumat malam (21/4). Beruntung, gesekan tersebut berakhir damai usai dilakukan mediasi antara dua belah pihak.
Sebelumnya, kejadian itu viral di media sosial video berdurasi 20 detik yang memperlihatkan aksi perkelahian di tengah perayaan takbir keliling di Kecamatan Lasem.
Dalam video tersebut, nampak sejumlah pemuda saling baku hantam di tengah perayaan Hari Raya Idul Fitri tersebut. Beruntung, petugas segera melerai dan mengamankan yang bersangkutan.
Kapolsek Lasem, AKP Arif Kristiawan menuturkan, perkelahian yang melibatkan pemuda asal Desa Ngemplak dan Desa Babagan tersebut terjadi sekira pukul 22.00.
Diketahui, kejadian tersebut terjadi di Jalan Lasem-Jatirogo tepatnya di Perempatan Jago.
”Keributan terjadi di Jalan Lasem-Jatirogo. Tepatnya di perempatan Jago Lasem. Keributan melibatkan pemuda dari desa Ngemplak dan Babagan,” terang Arif Kristawan.
Lebih lanjut, kata AKP Arif, kejadian bermula saat Lukman yang berasal dari rombongan takbir keliling dari Desa Ngemplak menyalakan kembang api.
Namun, secara tidak sengaja kembang api tersebut mengenai wajah Sulistiyono warga Desa Babagan yang saat itu tengah menonton.
Lantaran tak terima, Sulistiyono pun lantas menghubungi temannya. Dan tak berselang lama terjadilah keributan hingga mengakibatkan ponsel milik Sulistiyono hilang.
”Sekira pukul 24.00 WIB diadakan mediasi perwakilan pemuda Desa Babagan dan perwakilan pemuda Desa Ngemplak dengan didampingi oleh aparat dari TNI-Polri,” terangnya.
Setelah dilakukan musyawarah, akhirnya Lukman pun bersedia mengganti kerugian ponsel yang hilang pada saat keributan. Dan kedua belah pihak sudah saling memaafkan. Serta permasalahan antara keduanya pun sudah dianggap selesai.
”Tidak ada laporan dari kedua pihak terkait kejadian keributan. Meski demikian, kami upayakan untuk mediasi dari kedua belah pihak untuk menjaga kondusifitas di wilayah Kecamatan Lasem,” tegasnya. (yon daryono).
