Jika Pembangunan Pasar Rembang Gagal, Daerah Lain Siap Rebut Dana Rp 120 Miliar

NEWS

Rembang-Inspirasiline.com. Sejumlah daerah di luar Rembang, siap merebut anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp 120 miliar, jika proyek pemindahan Pasar induk Rembang setempat gagal karena ditolak paguyuban pedagang.

Kepala Bidang Pasar Dan Pedagang Kaki Lima Dinas Perdagangan Koperasi Dan UKM Rembang, Heri Martono menjelaskan, sebenarnya proyek pembangunan Pasar Rembang, sudah masuk dalam Peraturan Presiden (Pepres).

Ia membenarkan, daerah lain mengikuti dinamika perkembangan Pasar Rembang. Adanya penolakan dari paguyuban pedagang, kemungkinan dianggap sebuah kesempatan bagi mereka, untuk bisa mengambil alih peluang anggaran tersebut.

“Ini saya dengar sendiri. Bahkan daerah-daerah lain sudah menyiapkan dokumen perencanaan, sketsa gambar. Jadi ketika Pasar Rembang bener-bener tertolak, mereka langsung mengajukan. Bisa-bisa kita nggak akan dapat apa-apa,“ ujar Heri.

Heri menambahkan, untuk bisa masuk Perpres dan menjadi prioritas pembangunan, bukanlah hal yang mudah, karena membutuhkan tahapan cukup panjang.

“Untuk mencari anggaran sebesar Rp 120 Miliar itu nggak mudah. Kalau APBD Rembang sendiri, nggak akan mampu mas,“ imbuh Heri.

Menurutnya, Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat menetapkan syarat, pembangunan Pasar Rembang bisa dimulai, kalau mendapatkan tanda tangan persetujuan dari Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Rembang.

“Ada klausul seperti itu. Ketika paguyuban pedagang nggak mau tanda tangan, ya sudah. Mau gimana lagi, yang penting pemerintah sudah berupaya maksimal untuk memperjuangkan anggaran,“ tandasnya.

Sejumlah kalangan menilai kondisi Pasar Rembang saat ini sudah memprihatinkan. Selain terkesan kumuh dan area parkirnya semrawut, tiap kali hujan deras, sejumlah lokasi dalam pasar kebanjiran.

Ketika forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), Paguyuban Kepala Desa se-Kecamatan Rembang Kota beberapa kali menyampaikan pernyataan sikap mendukung pemindahan Pasar Rembang.

Kepala Desa Kumendung Kecamatan Rembang, Dwi Handayani mengatakan pihaknya bertindak sebagai konsumen. Ia berpendapat pembangunan Pasar Rembang menjadi pasar modern untuk memberikan kenyamanan semua pihak, termasuk para pembeli.

Ia mendukung setelah pasar pindah, lahan yang ditinggalkan dapat dimanfaatkan untuk menunjang wajah Kota Rembang menjadi lebih baik.

“Kami sangat mendukung rencana kebijakan Pemkab Rembang, akan menggeser pasar, bukan memindah. Bagi seluruh kepala desa yang warganya jadi pedagang di pasar Rembang, mari kita yakinkan bahwa pembangunan Pasar Rembang menjadi pasar modern akan bermanfaat untuk masyarakat, “ ucap Dwi.

Sedangkan Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Rembang, Sutono kepada belum lama ini menyebut pihaknya menghendaki apabila Pemkab Rembang ingin menata pasar, tetap di lokasi yang sekarang dan tidak perlu memindahkan pasar.

“Salah satu alasannya, kalau dipindah ke barat (Kampung Baru) pasar akan sepi. Kita akui tempatnya memang lebih luas sana, tapi lebih strategis posisi pasar sekarang, “ kata Sutono. (yon daryono)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *