ICTOH ke 8 Hari ke 4 : ICTOH Field Trip Kunjungi Lahan Ubi Madusari Di Candisari Magelang Buktikan Keberhasilan Alih Komoditi Dari Tembakau

NEWS

Magelang-Inspirasiline.com. Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) pekan ini mengagendakan kegiatan Field Trip ke lahan alih fungsi Tembakau ke Ubi Madusari di Desa Candisari Windusari Magelang.

Kegiatan Field Trip tersebut merupakan rangkaian kegiatan Indonesian Conference Tobacco or Health (ICTOH) yang dilaksanakan selama 3 hari di hotel Puri Asri Kota Magelang.

Kegembiraan peserta field trip ICTOH ke 8 saat memanen ubi Madusari di Candisari Magelang

Ketua Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) Dr Dra. Retno Rusdjijati, M.Kes mengatakan, setelah 3 hari melakukan konferensi di forum ICTOH ke-8 di Hotel Puri Asri Magelang kemudian para peserta diajak membuktikan langsung di lapangan, adanya perubahan perilaku petani yaitu semula budidaya tembakau menjadi budidaya ubi jalar jenis Madusari.

Kesadaran petani tembakau di Desa Candisari Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang untuk beralih komoditi tersebut merupakan bukti bahwa tembakau tidak menjanjikan lagi hasilnya.

Peserta melihat langsung prosesing ubi Madusari menjadi makanan khas grubi Windusari

Istanto, salah satu petani Ubi Madusari mengatakan, di Masyarakat sudah ada perubahan pemikiran dari tanaman tembakau ke komoditi yang lebih menguntungkan. Fakta menunjukkan bahwa petani yang sudah alih tanam ke Ubi Madusari keberadaannya jauh lebih sejahtera atau keuntungannya jauh lebih banyak dibanding dengan tanam tembakau. Area yang ditanami tanaman ubi ini dulunya juga merupakan area tanaman tembakau.

Muhammad Muhaimin yang juga sukses di budidaya Ubi Madusari mengatakan, secara ekonomi Ubi Madusari lebih menguntungkan. “Pada lahan dengan luas yang sama, dari tembakau menghasilkan 2 juta rupiah 1 musim, tetapi dengan Ubi Madusari bisa menghasilkan 4 juta rupiah 1 musim dan bisa panen 3 kali setahun”, terang Muhaimin.

Perjalanan ke lokasi lahan pertanian ubi Madusari jadi momen wisata desa
Peserta Field Trip menyaksikan langsung lokasi dan bahkan beberapa peserta memanen langsung ubinya di ladang. Bahkan peserta dari Aceh tertarik untuk membudidayakan Ubi jalar tersebut di daerah mereka.

Hal senada diungkapkan akademisi dari UNAIR Surabaya, Daniel, saat panen tiba terlihat wajah wajah petani gembira, hal ini membuktikan bahwa komoditi yang saat ini ditanam membawa manfaat yang lebih baik.

baca juga:  Kasus Covid-19 Kabupaten Sragen Tembus Angka 347

“Saya salut dengan petani di Candisari ini, mau beralih ke komoditi non tembakau dan ini saya membuktikan panen Ubi jalar yang buahnya hebat karena dibudidayakan dengan sungguh-sungguh, kerja dengan hati yang yakin akan hasil yang hebat seperti ini”, kata Daniel peserta dari UNAIR.

Suasana penyambutan peserta field trip di balai desa Candisari Kecamatan Windusari Magelang
Sementara itu Humas Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) Nugroho Agung Prabowo mengatakan, perjuangan MTCC UNIMMA cukup panjang untuk merubah pola pikir masyarakat petani tembakau untuk hijrah ke komoditi lain. “Tidak semudah membalikkan telapak tangan, tetapi harus melalui advokasi dan pembuktian yang nyata bahwa budidaya non tembakau ternyata hasilnya menggembirakan seperti yang kita lihat saat ini melalui kegiatan Field trip ICTOH ke 8 di desa Candisari Magelang,” pungkasnya.
Di Desa Candisari Magelang tersebut peserta field trip juga belajar bagaimana menanam, memanen dan mengolah ubi Madusari menjadi makanan bergengsi yang disukai penikmat kuliner khas olahan hasil pertanian. (Budhy HP)
Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *