Dua Kapal Di Bakar, Puluhan ABK Terkatung-Katung Di Kalimantan Belum Bisa Pulang

NEWS

Rembang-Inspirasiline.com. Hingga Selasa (27/6) puluhan anak buah kapal (ABK), korban pembakaran kapal di perairan Kalimantan Barat belum bisa dipulangkan. Namun demikian, pihak TNI Angkatan Laut (AL) memastikan kondisi para korban aman dan tidak ada penyanderaan.

Rabu (21/6) pekan lalu terjadi insiden pembakaran dua kapal milik nelayan Desa Bandar, Juwana, Pati dan Rembang di perairan Kalimantan Barat. Hal ini berdampak pada sekitar 35 awak kapal, karena sampai dengan Selasa (27/6) mereka belum bisa dipulangkan.

Peristiwa seperti ini bukan kali pertama terjadi. Sugiyanto, Ketua Paguyuban dan Pembina Asosiasi Nelayan Baita Adiguna Rembang mencatat dalam kurun waktu sekitar dua tahun terakhir terjadi enam kali pembakaran kapal milik nelayan Pati dan Rembang di Kalimantan. Selama ini, permasalahan diselesaikan dengan kekeluargaan.

Namun, asosiasi nelayan menilai langkah tersebut tak menimbulkan efek jera. Sehingga saat ini pihak asosiasi nelayan Rembang dan Pati menempuh upaya hukum dengan melapor ke Mabes Polri. “Sudah berangkat tadi malam (melapor ke Mabes Polri, Red),” terang Sugiyanto.

Maksum, Sekertaris Asosiasi Nelayan Baita Adiguna Rembang menjelaskan, pihaknya sudah mengirim surat kepada Bupati, DPRD Rembang, Polres, dan Dinas Perikanan Rembang. Ia berharap instansi terkait bisa mengambil langkah persuasif untuk menyelesaikan masalah. Serta bisa membantu kepulangan para ABK.

“Kami menunggu instansi terkait untuk membantu kami terkait penyelesaian masalah ini,” ujarnya.

Komandan Pos Angkatan Laut Rembang Lettu Laut (E) Jion menyampaikan, sampai dengan Senin (26/6) para ABK ditampung di kantor perikanan setempat. Total ada 35 orang. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Pos Angkatan Laut di sana. Dan, memastikan tidak ada penyanderaan.

“Termonitor kesehatannya, makanannya, semuanya aman. Penyandraan tidak ada,” jelas Jion.

Pihaknya akan siap memulangkan apabila proses hukum sudah selesai. Ia mengaku sudah pernah memulangkan nelayan yang tertimpa kejadian serupa. “Akhir Desember 2022 dan Maret 2023,” ujarnya.

Menurutnya, dalam permasalahan ini perlu ada intervensi dari stake holder terkait. Yang dalam hal ini adalah Pemerintah Provinsi Jateng.

“Kami siap bergerak jika ada perintah dari Komandan saya. Sampai saat ini di Pangkalan TNI AL Semarang, belum ada permintaan bantuan dari DKP Jateng, terkait pemulangan ABK Kapal,” pungkas Jion. (yon daryono)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *