Pesilat Belanda Belajar Ketapel

NEWS

Wonogiri-Insporasiline.com. Persaudaraan Rumpun Setia HatI ( PRSH ) Cabang  Wonogiri di Baturetno menyelenggarakan tasyakuran warga, bertempat di Padepokan Pencak Silat PRSH Baturetno, Wonogiri.( 27/6/ 2023 ).

Acara dihadiri Forkompincam Baturetno , Kades,  ratusan siswa  PRSH,  17 pesilat dari  Belanda, dan para penonton. Acara dimeriahkan dengan parade pencak silat, kolaborasi dengan seni reog duet Singa Anggoro, dan Sambodo dari Kecamatan Baturetno.

Pesilat Belanda berlatih memanah/ jemparingan.

Tujuan diadakan kegiatan tersebut,  tasakuran ” kadang baru ” PRSH, mempererat tali  persaudaraan, latihan bersama, ramah tamah, memperkenalkan  keberadaan PRSH kepada masyarskat, sekaligus menyambut kedatangan  warga  dari Belanda.

” Pencak silat bertujuan untuk membentuk manusia yang berbudi luhur, tahu tentang tindakan baik buruk,  sehingga dapat mencapai kesempurnaan hidup.

Duet Singo Anggoro dan Sambodo.

Ajaran pencak silat mengandung aspek; spiritual, kemanusiaan, persaudaraan, keilmuan, keterampilan dan mencipta. Tak hanya itu, pencaksilat membentuk manusia sehat lahir batin, mempersiapkan generasi penerus yang  tangguh, sebagai benteng negara yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45. ” ujar Jamari selaku ketua, pada acara sambutan.

Kedatangan warga PRHS Belanda untuk bersilaturahmi dengan saudara tua ( Jamhari ) yang dahulu merupakan teman seperguruan menimba ilmu pencak silat di Solo, sekaligus berwisata memperkenalkan  Indonedia kepaada para siswa PRHS Belanda.

Jamhari ( baju pitih ) bersama siswa dan pesilat Belabda.

Para pesilat Belanda yang dipimpin Maikel Weldo, ikut mengisi atraksi pencak silat, berjoged bersama mengikuti irama gamelan gaya Ponoragan.

Usai acara ramah tamah, pesilat dari Belanda belajar panahan/ jemparingan, dan ketapel ( JW. Plinthengan ) kepada Jamari , seorang pelatih panahan, pencak silat, dan sebagai pendidik bidang olah raga di SD Negeri Boto.

Para siswa Padepoan Pencak Silat PRSH Baturetno.

Tak menyangka, ternyata pesilat dari negeti kincir angin,  pandai berbahasa Indonedia dan bahasa Jawa alus ( krama inggil ).

Menurut penuturan Jamari kepa awak media, setelah pulang dari Indonedia, ia akan mengembangkan seni bela diri pencak silat, panahan, dan ketapel di negerinya. ( Sk/ 19 )

Bagikan ke:

1 thought on “Pesilat Belanda Belajar Ketapel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *