Grobogan-Inspirasiline.com. Bulan Dana PMI Grobogan yang berlangsung hanya tiga bulan yakni Juli-Agustus-September tahun 2023 ini direncanakan memperoleh dana masyarakat sebesar Rp.1,3 milyar.
Demikian disampaikan Kepala Markas PMI Grobogan Djasman, SPd kepada Inspirasiline.com menjawab seputar Bulan Dana PMI diruang kerjanya, Senin (31/7/23).

Djasman menyebut salah satu sumber pendapatan PMI adalah menyelenggarakan Bulan Dana selama 3 bulan dengan cara menarik sumbangan dari masyarakat. Sudah barang tentu kegiatan tersebut resmi karena berdasarkan Keputusan Bupati Grobogan No. 468/356/2023 tanggal 17 Mei 2023 tentang ijin operasional pelaksanaan Bulan Dana PMI Kab. Grobogan tahun 2023, katanya.
“Angka 1,3 M itu target lo mas, mungkin realisasinya bisa lebih loh” ucap Djasman.
Pelaksanaan Bulan Dana PMI Grobogan tahun 2023 ini diketuai oleh Kepala Kejaksaan Negeri Purwodadi Iqbal, SH,, MH.
Ketika ditanya sumber pendapatan PMI, Djasman yang telah puluhan tahun menjabat Sekretaris PMI itu menerangkan berdasarkan Anggaran Dasar PMI hasil Munas XXI di Jakarta tahun 2019, bahwa pendanaan PMI diantaranya bersumber dari donasi masyarakat yang tidak mengikat, dana CSR perusahaan, unit usaha yang dimiliki PMI, unit pelayanan PMI, iuran anggita dan bantuan Pemerintah Pusat dan Daerah.
Kemudian, lanjutnya, hasil Bulan Dana tersebut dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pemberian bantuan penanggulangan bencana.
Hingga saat ini PMI Grobogan yang terdiri dari Markas dan Unit Donor Darah sudah tampak maju dan pesat perkembangannya. Hal ini tampak pada phisik gedungnya, untuk gedung UDD sudslah representatif, sedangkan gedung Markas saat ini sedang direnovasi menjadi gedung berlantai dua dan rencananya menelan beaya sekitar Rp. 1,7 Milyar.
Terkait SDM, saat ini PMI Grobogan memiliki 31 orang karyawan, dimana 10 orang bekerja di Markas dan 21 orang bekerja di UDD PMI.
Terpisah, Marten selaku Ketua Bidang SDM dan relawan menjelaskan saat ini PMI Grobogan memiliki 75 orang relawan yang aktif dan siap diterjunkan bila sewaktu waktu terjadi bencana.
Sementara itu, Kabid Pemberdayaan PMI Grobogan Gesit menambahkan di.masyarakat juga dibentuk Sibat (siaga bencana berbasis masyarakat) dimana masyarakat tersebut dilatih tentang penanggulangan bencana. Di Grobogan, kata Gesit sudah ada 16 desa terbentuk Sibat dan tiap tahun ada 2 Sibat terbentuk. Karena yang dekat dengan bencana itu masyarakat maka masyarakat harus betul betul memahami kebencanaan, pungkasnya. (jokowi)
