Kerugian Mencapai Ratusan Juta Rupiah, Gudang Kayu Bahan Meubeler Di Sumberjo Ludes Terbakar

NEWS

Rembang-Inspirasiline.com. Bekas gudang Lombok yang sekarang di fungsikan sebagai gudang kayu jati bahan Meubeler, Minggu siang (22/10), di Dukuh Kedungsingkil, Desa Sumberjo, Rembang Kota, ludes terbakar.

Api mulai membakar gudang milik Peng In (64) di ketahui warga sekitar pukul 11.25 WIB. Kemudian dilaporkan ke piket Damkar BPBD Rembang sekitar pukul 11.30 WIB.

Awalnya sejumlah warga mencoba memadamkan api dengan alat seadanya, namun karena tiupan angin dan udara yang sangat panas, api semakin membesar dan menyulut semak sekitar rumah gudang.

Setelah mendapat laporan, dua unit mobil Damkar dengan 8 tangki air di kerahkan ke lokasi kebakaran. Dan dalam sekitar satu jam, petugas Damkar BPBD Rembang berhasil mengendalikan api, sehingga tidak sempat menjalar ke rumah warga di sebelah barat, selatan dan timur gudang yang terbakar.

Hingga berita ini di tulis, petugas Damkar masih berjibaku melakukan pemadaman total. Pemadaman cukup sulit dan lama, karena banyaknya tumpukan kayu bahan baku meubeler.

Komandan regu (Danru) Damkar BPBD Rembang Sarpani mengatakan, pihaknya mendapat laporan pukul 11.30 WIB. Setelah itu pihaknya langsung mengerahkan dua unit mobil Damkar.

“Kami harus berjibaku sekitar satu jam untuk mengendalikan kobaran api agar di menyambar rumah warga di sebelah barat gudang,” tutur Sarpani seraya menbahkan, kami belum tahu persis penyebab kematian.

Sejumlah petugas dari Polsek Rembang Kota yang di pimpin langsung Kapolsek AKP Sunarto masih mengumpulkan data mengenai penyebab kebakaran.

“Kami masih mengumpulkan informasi, sehingga belum di ketahui secara pasti penyebab kebakaran,” terang Sunarto kepada media ini di lokasi kejadian.

Dari pantauan wartawan media ini, pemilik kayu Budi dan pemilik gudang Peng Ini terlihat terpukul dengan terbakarnya gudang. “Saya tidak tahu pasti berapa kayu yang terbakar dan berapa kerugiannya,” ujar Budi. (Yon)

Bagikan ke:
baca juga:  Baznas Gelontorkan Ratusan Juta Rupiah Untuk Masyarakat Yang Membutukan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *