Tingginya Angka Lakalantas Satlantas Gelar Seminar Glorifikasi

NEWS

Sukoharjo-Inspirasiline.com. Angka Lakalantas di Kabupaten Sukoharjo termasuk yang tertinggi di Soloraya dan kelima se-Jawa Tengah. Mengacu data Satlantas Polres Sukoharjo, dalam rentang Januari-Agustus 2023, ada sedikitnya 1.200 kasus kecelakaan dengan 80-an korban meninggal dunia.

Sedangkan mengacu data 2022, total ada 1.503 kejadian kecelakaan dan memakan 119 korban jiwa. Korban luka ringan mencapai 1.344 orang, luka berat dua orang.   Untuk mengurangi angka kecelakaan tersebut, Satlantas kemungkinan akan mengurangi jumlah lokasi putar balik atau U-turn.

Bety Nugroho Kasatlantas saat menyampaikan materi

Kasatlantas Polres Sukoharjo, AKP Betty Nugroho, mengatakan tingginya angka kecelakaan tersebut menjadi keprihatinan.   Terlebih korban terbanyak didominasi dari usia produktif dan pelajar. Betty mengaku terus berupaya menggandeng stakeholder lainnya guna mengurangi angka kecelakaan.

“Kemarin kami ada tiga lokasi yang kami survei, hasilnya semua stakeholder punya PR masing-masing. Dishub punya PR terkait markah yang mulai pudar. PUPR juga punya PR terkait jalannya. Tiga titik di antaranya Begajah, Kartasura, dan U-turn di depan Jinung (Jl. Wonogiri-Sukoharjo). Hasilnya kemungkinan akan ada pengurangan U-turn karena sudah menjadi PR kami untuk disampaikan  kepada pimpinan lebih tinggi,” jelas Betty saat ditemui seusai menggelar sosialisasi keselamatan berlalu lintas di Hotel Tosan, Solo Baru, Kamis (2/11/2023).

seminar berlangsung di hotel Tosan Solo Baru

Lebih lanjut AKP Betty mengungkapkan selain di tiga lokasi tersebut, survei juga dilakukan untuk memetakan lokasi mana saja yang perlu diperhatikan. Mengingat ada jalan nasional, provinsi, dan kabupaten, yang kesemuanya harus difasilitasi. Terutama sarana prasarana yang harus diperhatikan untuk keselamatan pengendara.

Betty mengaku pada pekan depan pihaknya akan melakukan analisis dan evaluasi (anev) bersama dengan semua forum lalu lintas. Selain lima pilar tersebut anev juga akan mengundang BPBD, Satpol PP, Dinas Pendidikan dan beberapa pihak yang perlu bekerjasama dalam forum lalu lintas.

Foto bersama usai seminar

“Satlantas tengah berupaya menanamkan pengendara memiliki mainset keselamatan menjadi kebutuhan. Paling tinggi pelanggaran dilakukan oleh anak dibawah umur yang seharusnya belum boleh berkendara. Biasanya terjadi di jalan pedesaan, karena jalan utama di kota malah jarang kecelakaan,” katanya.

Kegiatan tersebut diikuti sejumlah mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta, Universitas Surakarta (Unsa) dan Universitas Veteran (Univet) Bangun Nusantara dengan total sebanyak 300 peserta. (Prie)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *