Sragen-Inspirasiline.com. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen Menyerahkan Bantuan Lima Halte Bus Trans Jateng dari Corporate Social Rensponsibility (CSR) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Sragen Kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah . Acara Serah Terima diselenggarakan di Ruang Transit Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sragen Jumat pagi (24/11/2023).
Kelima CSR tersebut adalah Bank Jateng Cabang Sragen, Bank BPR BKK Jateng, Bank Djoko Tingkir Sragen, BPR BKK Karangmalang dan BPR Syariah Sukowati.
Dalam Kesempatan itu, Kelima Pimpinan CSR melakukan Penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) dan Perjanjian Hibah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Pembangunan Halte Trans Jateng diantaranya Halte Gemolong I oleh Bank Jateng Cabang Sragen, Halte Salem I oleh BPR BKK Karangmalang, Halte Sangiran II oleh BPR Bank Djoko Tingkir, Halte Kemukus I oleh BPR BKK Jateng dan Halte RSUI Yaksi I oleh Bank Syariah Sragen.

Plh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Erry Derima Ryanto Mengatakan pihaknya menerima Lima Halte Bus Trans Jateng dari CSR Sragen dengan Rute Solo-Sragen (Koridor Lima) yang Melewati Daerah Wisata di Kabupaten Sragen seperti Sangiran dan Gunung Kemukus.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Total Kebutuhan Halte pada Rute Solo – Sragen ada 85 Buah. Sampai saat ini Halte yang sudah dibangun baru 23 Buah. Lainnya adalah Tempat Henti dengan Rambu-Rambu (Bus Stop) dan Marka yang Permanen. Tempat Pemberhentian Bus masih berupa MMT.” Ungkapnya.
Dengan Tambahan Lima Halte Bus ini, Ia Menuturkan Sangat Mendukung layanan Transportasi Bus Trans Jateng, sehingga Penumpang Merasa Aman, Nyaman dari Cuaca Hujan dan Panas Harganya Murah, dan Cepat.
Kedepan pihaknya akan terus Mengkaji Pola Transportasi di Kabupaten Sragen agar Bus Trans Jateng bisa Melewati Rute Kedalam Pusat Kota Sragen. Saat ini pihaknya masih Fokus Wilayah Utara Sragen dalam Rangka Pengembangan Gunung Kemukus dan Sangiran menjadi Kawasan Startegis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur dan Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) Solo-Sangiran.
Disisi lain keberadaan Bus Trans Jateng disinyalir dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di Wilayah Utara Bengawan dan Mengurangi Fatalitas Tingkat Kecelakaan. Bus Trans Jateng diharapkan dapat Menjadi Pilihan Trasportasi Umum Khususnya bagi Keselamatan Anak-Anak yang akan Berangkat Sekolah daripada menggunakan Sepeda Motor.
Ia Bersyukur Kecenderungan Penumpang (Load Factor) pada Rute Solo-Sragen Mengalami Peningkatan yang Signifikan. Semula, Tahun 2021 Penumpang hanya 27%, sampai kemudian Bulan Agustus 2023 mencapai 62,81% dan Bulan Oktober 2023 Penumpang Mencapai 74%.
Ia menyebutkan Penumpang Trans Jateng Secara Keseluruhan Setiap Tahun Mengalami Peningkatan. Tahun 2022 Penumpang dari Tujuh Koridor yang beroperasi termasuk di Sragen telah Mencapai 6,6 Juta Penumpang.
“Ada 14 Unit Armada yang Beroperasi di Rute Solo-Sragen. Saya harap Para Pelajar dapat memanfaatkan Bus Trans Jateng dan Masyarakat yang ingin Berwisata atau Melakukan kegiatan Sosial bisa menggunakan Layanan Bus Trans Jateng dengan Tarif Rp 4 Ribu untuk Umum dan Rp 2 Ribu untuk Pelajar, Buruh dan Veteran. Bis ini beroperasi setiap hari mulai Jam 05.30-19.00 WIB.” Jelasnya.
Sementara Wakil Bupati (Wabup) Sragen H. Suroto Mengapresiasi dibukanya Moda Transportasi Bus Trans Jateng di Wilayah Utara Bengawan yang dinilai Membantu Mengurangi Kepadatan Lalu-Lintas mulai dari Solo-Sumberlawang hingga Gunung Kemukus.
Dengan dibukanya Tujuh Koridor Bus Trans Jateng Salah Satunya Koridor Terminal Tirtonadi- Terminal Sumberlawang H. Suroto Berharap Pelayanan Trasnportasi bagi Masyarakat Sragen terus meningkat.
“Awalnya Bus Trans Jateng melayani untuk Wisata di Sragen seperti Sangiran dan Gunung Kemukus. Seiring berjalannya waktu saat ini BUs Trans Jateng juga Melayani Anak Sekolah sehingga Kepadatan Roda Dua bisa Berkurang Khususnya di Wilayah Gemolong.” Ungkapnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sragen Catur Sarjanto Ditemui Terpisah Menyatakan Pemerintah Kabupaten Sragen terus mengupayakan Terobosan agar Jumlah Penumpang semakin meningkat diantaranya dengan membuat Rute Edutrip yang bekerjasama dengan Pemprov Jawa Tengah.
“Selain melibatkan CSR untuk Pembangunan Halte Bus Trans Jateng, sejak 2022 Dinas Perhubungan Kabupaten Sragen memberikan Himbauan Kepada Sekolah-Sekolah yang Dilintasi Trans Jateng untuk Melakukan Edutrip Kunjungan ke Museum Sangiran dengan menggunakan BUs Trans Jateng.” Katanya.
Kemudian melalui dana APBD Perubahan Tahun 2023 pihaknya melakukan Pembangunan Infrastruktur dengan Pengaspalan di Terminal Sumberlawang. Sehingga dengan Pembangunan ini diyakini membantu Peningkatan Penumpang hingga sekarang. ( Sugimin/17-Release Diskominfo Sragen)
