Hadapi Pilkada, H Harno Pastikan Maju, Parpol Lain Belum Bersikap

NEWS

Rembang-Inspirasiline.com. Kecuali Partai Demokrat (PD), hingga saat ini, Partai Politik (Parpol) di Rembang belum menyampaikan sikap menentukan arah koalisi dalam menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan di gelar 27 Nopember tahun ini.

Alasannya, butuh pembicaraan hingga menunggu rekomendasi pusat. Berdasarkan perolehan suara dalam pemilihan legislatif (pileg) 14 Pebruari lalu, diketahui terdapat beberapa partai politik (parpol) yang terlihat mendominasi.

Gus Umam Ketua DPC PPP Rembang.

Hanya saja, baik perolehan suara maupun kursi belum bisa memenuhi syarat untuk mengusung pasangan calon (paslon) bupati maupun wakil bupati sendiri.

Sebab, masih belum memenuhi ketentuan, dimana minimal parpol harus memperoleh 20 persen dari total kursi yang ada di DPRD atau 25 persen suara sah.

Berdasarkan hasil rekapitulasi suara tingkat kabupaten beberapa waktu lalu, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tampil sebagai pemenang dengan total perolehan 84.889, urutan kedua diduduki Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang memperoleh 76.802, disusul Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang mendapatkan 50.672, Demokrat 49.486, dan Nasdem 46.047.

Melihat perolehan tersebut diprediksi PPP dan PKB mendapatkan kursi terbanyak dengan total delapan kursi.

Kemudian PDIP, Demokrat dan Nasdem masing-masing tujuh kursi, Hanura lima kursi serta Gerindra, Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) masing-masing satu kursi.

Setelah Pileg, beberapa parpol tampaknya sudah menunjukkan kesiapan menghadapi Pilkada yang rencana dilaksanakan November mendatang.

Salah satunya datang dari PPP. Ketua DPC PPP Rembang Zaimul Umam menargetkan kursi bupati pada Pilkada mendatang. ”Karena kami masih unggul suara, tentu kami akan mengajukan kader-kader PPP yang terbaik,” ujarnya.

Umam mengaku, sudah memiliki beberapa nama yang dianggap mumpuni untuk memimpin Rembang.

Diantaranya Ketua DPW PPP Abdul Aziz, Ketua WPP Raudhatul Jannah, Ketua Tim Penggerak PKK Rembang Hj Hasiroh Hafidz, dan Sekretaris DPC PPP Rosyid Ubab Maimoen.

baca juga:  Usulan Pokkir DPRD Rembang Tahun 2024 Mencapai 1.611 Kegiatan

Hanya saja, untuk sementara pihaknya belum melaksanakan persiapan secara mendalam untuk Pilkada. ”Karena kebetulan ini menjadi domain Dewan Pimpinan Pusat,” katanya.

Selain PPP, Demokrat juga telah menunjukkan ketertarikan untuk menduduki kursi Bupati Rembang.

Ketua DPC Demokrat Rembang Harno merespons positif ketika namanya disebut-sebut sebagai kandidat calon bupati. Ia mengaku siap apabila diminta untuk maju dalam Pilkada.

Partai-partai yang ada di DPRD Rembang memang belum memenuhi persyaratan batas perolehan kursi maupun suara untuk bisa mengusung paslon sendiri.

Sehingga mereka harus melakukan koalisi dengan partai lain. Namun, untuk sementara arah pasti kerja sama antar parpol masih belum tampak.

Salah satu alasannya masih menunggu perintah dari jajaran pengurus tingkat pusat. Seperti yang di sampaikan Ketua DPD Golkar Rembang Anjar Krisniawan.

Anjar mengatakan, dalam menghadapi Pilkada, Golkar masih perlu berkoordinasi di tingkat kabupaten. Setelah itu, barulah disinkronkan dengan rekomendasi DPP.

”Nanti kami sinergikan antara pendapat di kabupaten, teman-teman yang sudah berjuang kami tetap minta saran dan masukan. Nanti kami sinkronkan dengan DPP,” pungkasnya. (yon).

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *