Operasi Pekat Candi 2024, Polres Sukoharjo Berhasil Mengungkap Berbagai Kasus

NEWS

Sukoharjo-Inspirasiline.com. Polres Sukoharjo berhasil mengungkap sejumlah kasus dalam pelaksanaan Operasi Pekat Candi, yang digelar selama 20 hari mulai tanggal 6 hingga 25 maret 2024, dengan sasaran penyakit masyarakat.

Kapolres Sukoharjo AKBP Sigit, saat konferensi pers, Rabu (27/3/2024), mengatakan bahwa Operasi Pekat Candi digelar dalam rangka mencegah dan menanggulangi tumbuhnya penyakit masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan & hari raya Idul Fitri 1445 H tahun 2024 diwilayah hukum Kabupaten Sukoharjo.

Kapolres saat konferensi pers tunjukkan BB upal

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, dalam pelaksanaan Operasi Pekat Candi 2024, Polres Sukoharjo berhasil mengungkap kasus perjudian sebanyak 3 kasus, Narkoba 3 kasus, petasan 1 kasus, minuman keras 5 kasus, dan premanisme sebanyak 2 kasus.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, sebanyak 20 pelaku berhasil diamankan. Diantaranya yakni pada kasus perjudian sebanyak 9 orang, Narkoba 3 orang, petasan 1 orang, minuman keras 5 orang, dan kasus premanisme 2 orang.

Kapolres introgasi pelaku

Selain itu, Polres Sukoharjo juga berhasil mengungkap kasus perzinaan dengan pelaku 48 pasang atau 96 orang.

AKBP Sigit menambahkan, dalam Operasi Pekat Candi 2024 tersebut, Polres Sukoharjo berhasil mengamankan barang bukti berupa 31,71 gram sabu, 3 bungkus plastik serbuk bahan pembuat petasan dengan total seberat 3 kg, dan 9 botol berisi minuman keras berbagai merk.

Dari pengungkapan kasus-kasus tersebut, para tersangka dikenakan berbagai pasal. Seperti kasus perjudian dikenakan Pasal 303 bis ayat (1),(2) KUHP. Kasus Narkoba dijerat Pasal 112 ayat (1) dan atau pasal 127 ayat 1 huruf (a) dari Undang-undang Republik Indonesia. No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 114 ayat (2) dan/ atau Pasal 112 ayat (2) dari  Undang-Undang Republik Indonesia. No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Para tersangka dalam berbagai kasus

Sedangkan kasus petasan dikenakan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat RI No. 12 tahun 1951. Kasus minuman keras dijerat dengan Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Sukoharjo Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol. Premanisme dikenakan Pasal 1 Undang – Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951. Dan kasus perzinahan dengan dilakukan pembinaan. (Prie)

Bagikan ke:
baca juga:  Positif Corona, Dosen Fakultas Hukum UNS Meninggal Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *