Cegah Kekerasan Dan Perundungan Di Lingkungan Sekolah, Polres Grobogan Gelar Apel Bersama

NEWS

Grobogan-Inspirasiline.com. Kekerasan dalam dunia pendidikan masih sering terjadi di beberapa daerah. Bahkan pada beberapa kasus, korban dilaporkan meninggal dunia.

Pencegahan dan penanganan kekerasan di Satuan Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama untuk mewujudkan tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh warga satuan pendidikan.

Berpijak dari kasus tersebut, Polres Grobogan menggelar Apel Kesiagaan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di Satuan Pendidikan yang diikuti Kepala Sekolah tingkat SD, SMP dan SMA sederajat di Kabupaten Grobogan, Ketua Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) tiap-tiap sekolah, ketua OSIS setingkat SMA di kabupaten Grobogan yant bertujuan agar kekerasan di sekolah bisa dihentikan.

Kapolres Grobogan berdialog dengan Ka SMK2 Purwodadi Grobogan Suratno SPd MPd.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Grobogan AKBP Dr Deddy Anung Kurniawan, Sik, MSi., Waka Polres Grobogan Kompol Gali Atmajaya, SKom, SiK,MM ,PJU Polres Grobogan ,Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Tejo Suwono, SH.,Dinas Pendidikan Provinsi Jateng, Dinas pendidikan Kab. Grobogan ,Dinas Pemberdayaan Perempuan dan anak Kab. Grobogan, Dinas kesehatan Kab. Grobogan ,Kepala sekolah SMK, SMA, & SMP, SD, SLB Kab. Grobogan, Satgas PPK Koramil Kab. Grobogan, Kanit kamsel Satlantas Polres Grobogan Ipda Moch Agus Salim, SpdI.,Anggota SatLantas Polres Grobogan.

Kapolres Grobogan AKBP Dr Dedy Anung Kurniawan,SiK, Msi saat menjadi pembina apel kesiagaan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) satuan pendidikan di SMK Negeri 2 Purwodadi Kabupaten Grobogan, Kamis (16/5/24) mengungkapkan, tak seharusnya terjadi kekerasan pada satuan pendidikan , kecialu itu Kapolres juga menyampaikan program Kapolda Jawa tengah.

Menurut AKBP Dr Dedy Anung Kurniawan, SiK, Msi harus ada sinergi antara Polri, Pemerintah, elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, orang tua siswa, dan seluruh komponen lainnya, untuk aktif bergabung dalam gerakan “Ayo RUKUN”, (Aksi gotong royong berantas Kekerasan dan perundungan).

baca juga:  BPBD Grobogan Gelar Sosialisasi Sigana dan Gema Utama, Masyarakat Diminta Membunyikan Kentongan dan Lonceng Serentak

Gerakan yang diinisiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, harus disukseskan bersama karena banyaknya kasus perundungan atau bullying di Satuan Pendidikan yang ditangani Polri.

“Mari kita jadikan momentum untuk bergandeng tangan mewujudkan lingkungan Satuan Pendidikan yang aman dan nyaman, serta menyenangkan. Indikator terwujudnya kondisi yang demikian adalah dengan nihilnya tindakan kekerasan, dan tidak kita dapati lagi adanya tawuran antar Satuan Pendidikan,” jelas AKBP Dr Dedy Anung Kurniawan, SiK, Msi, Kamis (16/05/2024) pukul 07.00 wib di Halaman SMK Negeri 2 Purwodadi kabupaten Grobogan.

Melalui apel tersebut, Kapolres Grobogan berharap kepada semua yang terlibat sebagai TPPK, supaya lebih semangat mengasuh anak-anak agar lebih fokus pada tujuan dan cita-cita masa depan. Sebagai TPPK, Polres Grobogan siap hadir dalam setiap penanganan dan pembinaan serta penyuluhan melalui kegiatan Polri Hadir.

“Terbitnya Permendikbud Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan harus benar-benar kita implementasi secara cermat dan berkelanjutan.

TPPK yang dibentuk di setiap Satuan Pendidikan melalui Satgas Pencegahan Kekerasan dan Penanganan Kekerasan yang dibentuk di setiap Pemerintah Daerah harus mampu melaksanakan tugasnya sebagaimana amanat Permendikbud dimaksud,” ujar Kapolres.

Lebihbl jauh Kapolres Grobogan mengungkapkan kekerasan pada Satuan Pendidikan merupakan tantangan bersama, sedangkan sistem pembelajaran selalu meningkat. Sehingga TPPK yang telah dibentuk mampu menjadi wadah menangani berbagai persoalan kasus pada Satuan Pendidikan.

“Mari kita sama-sama berdoa dan memberikan dukungan agar TPPK dapat bekerja secara optimal untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman,” pungkasnya.

Di dalam rangkaian apel, para peserta TPPK berikrar untuk mewujudkan Satuan Pendidikan yang aman, dan siap menjadi bagian serta ditetapkan sebagai salah satu Episode Merdeka Belajar. (jkw/ bn)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *