Asdoki Keliling Indonesia, 10 Anak di Grobogan diKhitan Gratis

NEWS

Grobogan-Inspirasiline.com. Setidaknya ada 10 anak yang tergolong miskin dan yatim di Kabupaten Grobogan menerima khitan dengan sistem modern secara gratis yang dilakukan oleh Asosiasi Dokter Khitan Indonesia (Asdoki).

Kesepuluh anak tersebut yang berasal dari kecamatan Klambu, Brati, Grobogan, Godong, Purwodadi, Penawangan dan Karangrayung Kabupaten Grobogan itu dikhitan dengan sistem modern “rokets sealler” oleh dokter dokter ahli khitan.modern dari anggota Asdoki.Pusat di Tangerang yang bertempat di rumah khitan “Sunat Alief” milik dr. Miftahudin Alief Sugeng, MARS Desa Taruman Klambu pada Sabtu (10/5/2025).

Tim dokter khitan dari Asdoki itu dipimpin oleh dr. Aprilio mengunjungi 34 Propinsi di Indonesia dan melakukan misi sosial dengan melakukan khitan modern gratis kepada anak anak setempat.

dr. M.Alif Sugeng MARS

” Di Propinsi Jateng hari ini kami mengunjungi Kabupaten Grobogan dan menempati Rumah khitan modern milik dr. M.Alif Sugeng, MARS Taruman Klambu” ucapnya.

Ia menegaskan dengan khitan sistem modern ini, pihaknya menerapkan sistem.khitan tanpa luka dan jahitan, usai dikhitan di anak langsung bisa beraktifitas.

Aprillio.juga mengingatkan kepada masyarakat pentingnya khitan pada dokter khitan karena untuk menghindari kasus kasus komplikasi seperti perdarahan, kulit atau kepala terpotong, sehingga nanti orang tua bisa tahu sunat yang standard seperti apa.

” Di Asdoki memang kami melakukan.dan mengembangkan sistem sirkumsisi sehingga kami lebih expert karena yang kami kerjakan focus pada khitan” tegas dr. Aprillio.

Dia berharap semua rumah sunat di Indonesia dapat mengikuti prosedur yang sudah dibuat Asdoki demi keamanan dan kenyamanan anak anak Indonesia dan hasilnya pasti lebih bagus.

Di Kabupaten Grobogan Jawa Tengah sendiri terdapat 4 orang dokter khitan yang berafiliasi dengan Asdoki. Keempat orang dokter tersebut yakni dr. Alif (Klambu), dr. Bayu ( Penawangan), dr. Jati (Gubug) dan dr. Arya (RSUD Purwodadi).

Terpisah dr. Alif menyampaikan bahwa sunat modern ini adalah dengan metode rokets sealer yang merupakan metode tercanggih yakni gabungan antara metode klemp dengan electro surgical unit (ESU) sehingga tidak terjadi perdarahan saat proses sunat. Pada akhir proses sunat di berikan cairan sealer (lem khusus) sehingga pulang tanpa benda atau alat yang menempel dan tak ada jahitan luka.

” Pasiennya bisa sambil main play station saat di khitan, dan ketika sudah selesai bila kena air tidak papa bahkan bisa mandi” ujar anggota DPRD Grobogan dari fraksi Gerindra itu.

Ketika ditanya berapa beaya khitan modern dengan sistem rocket sealer tersebut, suami dr. R.H.Tiffani itu menjawab beaya sunat modern mencapai minimal Rp 1,3 juta hingga Rp.2 juta tergantung metode dan paketnya.
Sementara itu dr. Bayu yang buka praktek sunat modern di depan pasar Penawangan menjelaskan dirinya sudah sejak tahun 2019 melakukan pelayanan sunat dengan sistem sealer tersebut tetapi tak semua sunat dilakukan sistem sealer tersebut, ada kriteria khusus yakni bentuk dan ukuran penis.

“Hal itu perlu penyesuaian dan bila tak bisa dengan sealer ya dengan metode lain, yang jelas pasien minim sakit” ungkapnya.

Usai melakukan khitan kepada 10 anak, dr. Aprillio dan Tim meninggalkan rumah sunat Alif di Taruman Klambu Kabupaten Grobogan menuju Propinsi DIY yakni di Kabupaten Kulonprogo.

Terpisah, orangtua Fendy asal Klambu saat melihat langsung anaknya di khitan di rumah khitan Alif oleh dokter Tim Asdoki mengatakan awalnya merasa deg degan, tetapi setelah tahu prosesnya ia merasa lega karena si anak tak kesakitan dan proses khitannya cepat. (jkw)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *