Robi, Sarjana Sastra yang Sukses Mengembangkan Kambing Krosteksel

NEWS

Tegal-Inspirasiline.com. Ketika memasuki Fakultas Sastra Inggris pada salah satu perguruan tinggi di Purwokerto, mungkin dalam pikirannya setelah lulus setidaknya bisa mejadi guru bahasa atau menjadi sastrawan.

Tapi rupanya nasib telah membujuknya pada jalan yang berbeda, saat dibangku kuliah ternyata menemukan pandangan lain tertarik ingin menekuni ternak kambing alasanya potensinya lebih menjanjikan.

Adalah Robi Azis (33) pemuda asal desa Kademangaran Kabupaten Tegal seorang sarjana sastra Inggris tahun 2015 keinginan memelihara kambing saat masih duduk di bangku kuliah ketika melihat peternak kambing di sekitar tempat kos nya asyik dengan piarannya apa lagi berlanjut cerita soal keberhasillanya.

‘ yah bermula ketika saya melihat para peternak kambing di sekitar tempat kos saya, mereka terlihat asyik memberi pakan pada kambingnya dan entah kenapa akhirnya aku tertarik, lalu aku mencobanya kebetulan punya tabungan sedikit dan dibelikan kambing pejantan dan betina sampai beranak.’ ungkap Robi awal usaha ternak kambing yang dimulai tahun 2019.

Berangkat dari keinginan dan ketekunan akhirnya pemuda uang hobi bermain bola ini, sekarang memiliki sekitar 500 ekor yang didominasi kambing jenis domba. Untuk mebanatu pengembangan ternak kambing Robi mempekerjakan 7 orang setiap harinya.

DItengah kesibukannya melakukan transaksi penjualan kambing kurban, Robi menerima kedatangan sejumlah media yang ingin wawancarainya.

Duduk diatas gazebo di sudut depan kawasan penggemukan kambing yang diberi nama ‘ Ganteng Farm ‘ di jalan raya Desa Pacul atau sekitar 400 meter dari pertigaan Mutiara Cahaya (MC) Desa Mejasem Barat ke selatan Robi menceritakan Lika likunya memelihara hewan, menurutnya, apapun usahanya kalau ditekuni akan menghasilkan.

‘ Cara memelihara hewan pun harus menggunakan Insting memahami kondisi hewan harus hati-hati betul dalam memberi pakan termasuk campuran pakanya supaya kambing tetap sehat.’ jelas Robi.

Kambing yang di kembangkan Robi, adalah jenis domba. Tuturnya, Potensinya cukup bagus dan tidak ada habisnya selalu dibutuhkan setiap saat, misal untuk akekah, Idhul Adha atau event lainnya.

‘jenis domba yang disini memang kami lagi coba kembangkan secara genetik dan yang sedang kami kembangkan jenis crosteksel. atau orang sering menyebutnya kambing Dombos atau Domba Wonosobo yang dulu bibitnya di impor oleh Presiden Suharto dari Belanda tahun 1971. Kata Robi.

‘ saya amati kambing jenis crosteksel tahan cuaca dan lebih adaktiv dan ketika sakit pun tidak yang aneh-aneh.’ tuturnha.

Ditanya soal daya beli masyarakat menjelang hari raya Idhul Adha, Robi mengaku salah prediksi, karena tidak dipungkiri bahwa isyu yang beredar kondisi ekonomi kita saat ini lagi tidak baik-baik saja, tapi ternyata kata Robi hal itu tidak berpengaruh justru malah sebaliknya mendekati hari raya kurban pembeli semakin berdatangan.

” Malah setiap konsumen memilihnya kambing yang berbobot.” tutur Robi.

‘ jualnya pakai timbang hidup perkilonya kisaran Rp. 90 ribu rata-rata kalau di rupiahkan per ekornya kisaran Rp.2 juta kalau yang boboynya besar sampai Rp.5 juta.

” Beli sekarang ambilnya nanti pada H-1 lebaran Idhul Adha.’ tambah Robi.

Robi juga menyampaikan terimasih kepada petugas penyuluh dari Dinas Pertanian Kabupaten Tegal yang selalu memberi arahan sehingga semakin mantap untuk mengembangkan usahanya, malah anak seorang pensiunan tata usaha di di salah satu SMA Negeri di Kota Tegal ini berencana ingin mengembangkan kambing Australia, ‘ harganya lumayan mahal sih, per ekornya kisaran. Rp.40 juta. ‘ pungkasnya. (Biet)

Bagikan ke:

1 thought on “Robi, Sarjana Sastra yang Sukses Mengembangkan Kambing Krosteksel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *