Tak Ada TK dan Paud, Pemdes Juworo Grobogan Akhirnya Bangun Gedung Baru TK dan PAUD

NEWS

Grobogan-Inspirasiline.com. Setelah lebih dari 4 tahun kegiatan belajar mengajar TK dan Paud menggunakan rumah warga, kini warga Desa Juworo Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan yang memiliki balita yang bersekolah di jenjang tersebut bisa bersekolah, dan pada bulan September 2025 mendatang sudah bisa menempati gedung baru.

Pembangunan gedung sekolah TK dan PAUD yang dianggarkan dari APBDes 2025 tersebut, diperkirakan akan rampung pada akhir Agustus 2025. Pembangunan gedung sekolah TK dan PAUD di Desa Juworo merupakan bentuk komitmen Kepala Desa setempat dalam mendukung kemajuan pendidikan sejak dini.

Aris Dwi Haryanto (Kades Juworo)

Sebelumnya, warga Desa Juworo pernah saat akan menyekolahkan anaknya di jenjang TK dan PAUD terpaksa harus menempuh ke desa tetangga yakni Desa Monggot , lantaran di Desa Juworo belum memiliki gedung Sekolah TK dan PAUD.
Melihat kondisi tersebut, Kepala Desa Juworo Aris Dwi Haryanto berinisiatif untuk menggunakan rumah kosong di samping kediamannya untuk dijadikan gedung sekolah TK dan PAUD.

” Dulu warga saya menyekolahkan anaknya di jenjang TK dan PAUD harus ke Desa Monggot karena di sini belum punya gedung sekolah. Karena ada rumah kosong milik Mbah Kliwon kita pinjam dulu untuk gedung sekolah TK dan PAUD, ” ugkap Kades Aris. Selasa, ( 24/6/2025).

Kini pembangunan gedung sekolah TK dan PAUD di Desa Juworo yang telah mencapai progres lebih dari 50 %, soal spesifikasi terbilang sudah cukup memadahi. Dengan luas bangunan 10 m x 6 m beberapa fasilitas pendukung seperti toilet, halaman bermain akan tesedia di gedung yang baru tersebut.

Ketua Tim Pelaksana Kegiatan ( TPK ) Desa Juworo Nur Azikin menjelaskan bahwa ukuran bangunan gedung sekolah TK dan PAUD tersebut sudah sesuai dengan standar kelayakan.

” Dengan ukuran ini ya sudah cukup layak, dengan halaman segini masih muat lah kalau untuk 6 unit wahana permainan anak, ” kata Ketua TPK.

Dengan terbangunnya gedung TK dan PAUD yang baru tersebut, diharapkan menjadi solusi atas ketidak nyamanan dalam proses belajar mengajar. (jk)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *