Sragen-Inspirasiline.com. Pemerintah Kabupaten (PEMKAB) Sragen melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (DISKOMINFO) menggelar Pelatihan Digital Marketing di Balai Desa Poleng, Kecamatan Gesi, Pada Jumat (10/10/2025). Kegiatan ini menghadirkan Narasumber dari PT Indonesia Comnets Plus atau yang lebih dikenal dengan PLN Icon Plus dan Shopee Indonesia, dengan fokus materi tentang Pemanfaatan Internet Desa serta Berjualan melalui e-Commerce di Shopee.
Dalam acara ini, PLN Icon Plus berperan menjelaskan pemanfaatan Infrastruktur Internet Desa, termasuk Fasilitas WiFi Gratis yang telah disediakan Pemkab Sragen. Sementara itu, pihak Shopee memberikan pelatihan teknis mengenai cara membuat akun Toko, mengunggah produk, hingga strategi promosi di marketplace.
Kepala Bidang Pendayagunaan Teknologi Informasi dan Statistik (KABID PTIS) Diskominfo Sragen, Hartono, menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk membekali masyarakat dan pelaku UMKM agar mampu memanfaatkan teknologi digital dalam memasarkan produk dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi.
“Inti kegiatan ini adalah literasi digital, yaitu mendidik masyarakat agar memahami Dunia Digital. Melalui pelatihan digital marketing, kami ingin UMKM di Desa bisa menjual dan mempromosikan produk mereka secara daring, sehingga taraf hidupnya bisa meningkat,” jelasnya.

Hartono menambahkan, peserta pelatihan ini berasal dari Desa-Desa miskin di tiga kecamatan yaitu Mondokan, Sukodono, dan Gesi. Hal ini dimaksudkan agar pelatihan ini dampaknya langsung menyentuh masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk keluar dari kemiskinan.
“Ini bagian dari dukungan terhadap Program Bupati Sragen untuk mengentaskan kemiskinan di 61 Desa miskin ekstrem,” ujarnya.
Antusiasme peserta cukup tinggi, terlihat dari peserta yang hadir melebihi jumlah undangan 120 Orang. Untuk itu Diskominfo Sragen juga memastikan adanya tindak lanjut pelatihan dengan membentuk grup via messenger application guna melakukan pendampingan bersama pihak Shopee, agar peserta dapat terus mendapatkan bimbingan dan memantau perkembangan usaha mereka.
“Peserta yang belum paham tetap kami pantau. Pihak Shopee juga terus memberikan pelatihan lanjutan secara daring. Harapannya akan ada hasil nyata dari pelatihan ini dalam meningkatkan ekonomi warga,” terang Hartono.
Ia menambahkan, pelatihan literasi digital merupakan program rutin tahunan Diskominfo Sragen yang sampai saat ini telah diikuti sekitar 6.000–7.000 Peserta dari berbagai Desa. Ke depan, kegiatan serupa akan diperluas ke seluruh 60 Desa miskin ekstrem dengan tema yang disesuaikan kebutuhan masyarakat.
“Kita tidak bisa menghindari era digital. Harapan kami, masyarakat bisa berdigital dengan baik, mampu menggunakan layanan Pemerintah berbasis digital, dan menjadikan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan,” pungkas Hartono. (Sugimin/17-Release Diskominfo Sragen)
