Sragen-Inspirasiline.com. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragn Mengikuti Ajang Innovative Government Award (IGA) 2025 Dengan Dua Inovasi Unggulan, Yaitu Inovasi Non-Digital “Kaliwedi Bangkit, Pangan Pun Tidak Sulit” Dari Desa Kaliwedi Serta Inovasi Digital “Sistem Informasi Peluang Investasi” (Si Pelangi) Yang Dikembangkan Oleh Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Kedua Inovasi Ini Diverifikasi Langsung Oleh Tim Penilai Pusat Melalui Validasi Lapangan IGA 2025 Pada Selasa, 18 November 2025 Bertempat Di Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang Dan Mall Pelayanan Publik (MPP) Askara Bumi Sukowati. Pengumuman Pemenang Lomba IGA 2025 Direncanakan Akan Dilaksanakan Di Jakarta Pada 5 Desember 2025.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sragen, Ir. Hargiyanto, Menegaskan Bahwa Inovasi Desa Dan Inovasi Digital Saling Melengkapi Dalam Meningkatkan Pelayanan Publik Dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah.
“Kaliwedi Mampu Bertransformasi Dari Sesa Yang Dulunya Sangat Tertinggal Menjadi Desa Mampu Memperkuat Ketahanan Pangan, Serta Menggerakkan Ekonomi Desa Secara Nyata. Ini Bukti Dari Komitmen Pemerintah Desa, Pemerntah Daerah Dan Masyarakat Yang Bekerja Bersama-sama.” Ujarnya.
Tim Penilai Pusat Dipimpin Oleh Linda Restaningrum, Asisten Deputi Peningkatan Akses Dan Mutu Pelayanan Kesehatan Kementrian Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Yang Juga Menjadi Salah Satu Dewan Juri IGA 2025. Setelah Melihat Kondisi Desa Secara Langsung, Linda Memberikan Apresiasi Terhadap Transformasi Yang Terjadi Di Kaliwedi.
“Transformasi Desa Kaliwedi Sangat Luar Biasa. Awalnya Desa Tertinggal, Tetapi Kini Tampak Seperti Kawasan Wisata Dengan Ekosistem Masyarakat Yang Produktif. Inovasi Ini Sangat Potensial Menjadi Percontohan Nasional,” Tegasnya.
Linda Juga Menegaskan Bahwa Inovasi Desa Seperti Ini Merupakan Contoh Nyata Bahwa Dana Desa Dapat Dioptimalkan Untuk Menciptakan Kemandirian Dan Kesejahteraan Masyarakat. Selama Kunjungan, Tim Penilai Berdialog Langsung Dengan Petani Milenial, Kelompok Tani Senior, Pelaku Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah (UMKM), Hingga Masyarakat Penerima Manfaat. Mereka Diminta Memberikan Testimoni Tentang Perubahan Desa, Tantangan, Serta Hasil Nyata Yang Telah Dirasakan.
Kepala Desa Kaliwedi, Daryono, Memaparkan Secara Rinci Bagaimana Perjalanan Panjang Transformasi Desanya Dimulai. Ia Menjelaskan Bahwa Kaliwedi Pernah Berada Pada Kondisi Yang Sangat Tertinggal, Dengan Keterbatasan Sarana, Prasarana, Dan Akses Ekonomi.
“Dengan Kolaborasi Dan Keberanian Mengambil Langkah Inovatif, Kami Mampu Membangun Lebih Dari 100 Sumur Bor Secara Swadaya, Panen Padi Tiga Kali Dalam Setahun, Mengembangkan Agrowisata, Pengembangan UMKM, Internet Desa, Serta Pemberdayaan Masyarakat. Kini Kaliwedi Bukan Hanya Maju, Tapi Bisa Menjadi Desa Mandiri.” Jelasnya.
Sesi Kedua Penilaian Berfokus Pada Inovasi Digital Unggulan Kabupaten Sragen, Aplikasi Si Pelangi. Aplikasi Ini Menyajikan Informasi Peluang Investasi, Tata Ruang, Dan Potensi Daerah Secara Spasial Dan Sektoral Dalam Satu Platform Yang Mudah Diakses Oleh Investor, Bahkan Tersedia Hingga 11 Bahasa. Plt. Kepala DPMPTSP Kabupaten Sragen, Tugiyono, Menjelaskan Secara Rinci Mengenai Latar Belakang, Fungsi, Dan Dampak Besar Dari Inovasi Digital Unggulan Kabupaten Sragen Ini.
“Si Pelangi Mempermudah Investor Dalam Mencari Informasi Dengan Efektif Dan Efisien. Hanya Melalui Satu Aplikasi, Seluruh Data Sudah Tersedia Lengkap, Cepat, Dan Transparan. Aplikasi Ini Telah Direplikasi Oleh Beberapa Daerah Lain Seperti Karanganyar, Ngawi, Wonogiri, Jember, Dan Banjarbaru, Sebagai Bukti Efektivitas Dan Keunggulan Aplikasinya,” Terangnya.
Sekretaris DPMPTSP Kabupaten Sragen, Ilham Kurniawan Menambahkan Bahwa Inovasi Digital Melalui Aplikasi Si Pelangi Bukan Hanya Menjadi Sarana Promosi Daerah, Tetapi Juga Telah Memberikan Dampak Konkret Terhadap Peningkatan Investasi Dan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten Sragen. Ia Menjelaskan Bahwa Dalam Dua Tahun Terakhir, Pola Investasi Yang Masuk Ke Sragen Menunjukkan Kenaikan Yang Konsisten, Baik Dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Maupun Penanaman Modal Asing (PMA).
Linda Menyampaikan Bahwa Inovasi Tersebut Termasuk Salah Satu Yang Paling Lengkap Dan Digunakan. Fitur Berbasis Spasial, Peta Zonasi Investasi, Informasi Sektor Unggulan, Hingga Kemudahan Akses Yang Disajikan Dalam Berbagai Bahasa Menjadi Nilai Tambah Yang Signifikan.
“Aplikasi Si Pelangi Sangat Membantu Investor. Dalam Satu Platform, Sudah Tersedia Data Lokasi, Zona Wilayah, Kepadatan Penduduk, Hingga Potensi Lahan. Ini Menjadi Keunggulan Kabupaten Sragen Dalam IGA 2025.” Pungkasnya. (Sugimin/17-Release Diskominfo Sragen)
