Tahun 2026, Rapat Dinas Di Grobogan Tak Ada Sneck dan Makan, Cukup Air Putih

NEWS

Grobogan-Inspirasiline.com. Efisiensi merupakan lagu yang harus dinyanyikan oleh setiap Perangkat Daerah di Grobogan, karena adanya pengurangan dana operasional dari pusat sehingga diprediksi pada setiap rapat dinas tidak ada snack dan makan, jadi cukup dengan air putih saja.

Hal itu terjadi usai RAPBD 2026 disahkan dimana terjadi penurunann jumlah anggaran yang intinya semua OPD melakukan efisiensi.

Salah satunya anggaran rapat untuk snack dan makan besar ditiadakan hanya diberikan disediakan air putih.

Karena adanya pengurangan Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pemerintah pusat menyebabkan beberapa penyesuaian belanja, terutama untuk sektor fisik dan program yang berdampak langsung pada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Sekda Grobogan kepada wartawan usai menghadiri sidang pengesahan RAPBD 2026 di gedung DPRD beberapa hari lalu.

Sekda Grobogan Anang Armunanto menjelaskan pada sambutan bupati dalam rapat paripurna penetapan RAPBD Grobogan tahun 2026 menyampaikan bahwa di tahun 2026 semangatnya adalah efisiensi.

Kenapa efisiensi memang evaluasi kegiatan yang sifatnya tidak berdampak langsung kepada masyarakat.

”Salah satu yang diefisienkan itu adalah snack dan makan untuk konsumsi rapat di Pemkab Grobogan. Kegiatan makan minum, kegiatan perjalanan dinas, cetak, ATK dan termasuk Bintek dan sosialisasi,” jelas Anang Armunanto.

Jika ingin ada snack membawa snack sendiri tanpa menggunakan dana dari Pemkab Grobogan, tambahnya.

Tidak adanya snack dan makanan besar ini karena turunya TKD dari pemerintah pusat ke daerah turun. Transfer yang menjadi pendapatan daerah ini turun dari pemerintah pusat yang menjadi kebijakan pusat secara nasional.

Dalam sambutannya pada sidang paripurna ke 46 Bupati Grobogan Setyo Hadi menyampaikan, RAPBD tahun ini lebih menantang dibanding tahun sebelumnya. Pengurangan Transfer Keuangan Daerah dari pusat menyebabkan sejumlah penyesuaian belanja, terutama untuk sektor fisik dan program yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Dengan semangat efisiensi di tahun 2026, semoga tidak menyurutkan semangat kita untuk terus bekerja keras memberi yang terbaik untuk masyarakat,” pintanya.

Disamping itu Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mencari terobosan pendanaan dari pusat maupun provinsi agar program prioritas tetap berjalan sesuai kebutuhan daerah.

Sebagaimana diketahui Struktur RAPBD 2026 yakni Pendapatan Daerah sebesar Rp 2.677.882.428.000, Belanja Daerah Rp 2.895.282.428.000, Defisit Anggaran Rp 217,4 miliar dan Pembiayaan Netto (Surplus): Rp 217,4 miliar dengan defisit Setelah Pembiayaan: Rp 0. (jk)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *