Sigit Sujatmiko Pelestari Seni Barong di Grobogan, Yakin Akan Berkembang Pesat

NEWS

Grobogan-Inspirasiline.com. Hiburan berupa seni apapun pasti selalu menghibur dan memperoleh simpati serta apresiasi dari masyarakat penikmat seni itu sendiri.

Seperti seni barong yang merupakan warisan budaya nenek moyang kita tentunya sudah lama dikenal masyarakat, hingga kini masih tetap ada, karena ada tangan tangan manusia seni yang ahli dalam rangka melestarikannya.

Salah satu seni budaya yang masih eksis terutama di Kabupaten Grobogan adalah seni barong (barongan) dari kelompok seni barong Singo Joyo pimpinan Sigit Sujatmiko yang berlokasi di Jambangan Timur Kel. Kunden Kec. Wirosari Grobogan.

Ditemui dirumahnya, Sigit (46) menceriterakan pengalamam mengelola seni barongan miliknya. Disebut mengelola, karena selain mampu menampilkan atraksi tarian seni barong bersama kelompoknya, Sigit juga biasa membuat fisik barongan baik untuk orang dewasa maupun anak-anak.

Sigit memulai menggeluti kesenian itu sejak muda sebelum menikah dimana sejak 9 tahun lalu pada saat dirinya bersama teman temannya yang masih menganggur memiluki ide untuk ngamen batongan dengan berkeliling. Alhasil mereka berhasil dan usaha ngamen ini terus berkembang.

Setelah ide tersebut terlaksana dan menjadi berkembang, Sigit mulai usaha mandiri yang saat itu ia masih bekerja sebagai tukang kayu di salah satu pejabat pemerintahan yang tinggal di kota Purwodadi Grobogan, kegemaran teradap seni barongan selalu menggebu.

Sigit bersama topeng hasil buatannya

Sejak tulah dirinya mulai merancang bentuk kepala barong. Dia berkeyakinan bahwa seni barong itu makin hari makin prospektif dan disenangi masyarakat.

“Saya yakin mas, seni barong ini akan berkembang dan banyak peminatnya” ucap nya pada Minggu (21/12/2025)
Ia menyebut begitu karena sejak kiprahnya membuat kepala barong dan topeng hingga sejarang tak pernah sepi pemesan.

Hasil olah seni membuat kepala barong dan topeng ia pasarkan ke pedagang baik di daerah Godong, Grobogan, Penawangan, Pulokulon, Wirosari dan Gemolong Sragen.

Dari sisi bahan baku pembuatan, Sigit mengaku tak kesulitan yakni kayu dari pohon dadap, elo, mangga dan randu. Kalau kayu randu itu khusus untuk membuat kepala barong untuk anak anak, tambahnya. Termasuk rambut barong seperti ijuk itu gampang didapat, benda ini bisa didapat dari Temanggung dan Kulonprogo dan jika mencari rambut yang dari ekor kuda agak kesulitan .Untuk urusan satu ini, Sigit harus merogoh koceknya sebesar Rp 200 ribu per satu kepala barong.

Terkait harga barongan yang sudah jadi, Sigit mematok harga mulai Rp. 150 ribu untuk barongan anak anak hingga Rp. 4,5 juta untuk barongan dewasa.

Dalam proses pengerjaannya, Sigit dibantu 4 orang tenaga yang sudah ahli membuat kepala barong dan penataan rambutnya. Hingga kini Sigit telah menghasilkan 14 jenis barong dan topeng, diantaranya jenis Joko Lodra, Topeng monyet, dsb.

Selain membuat barongan dan dan topeng tersebut, Sigit juga bisa memainkan atraksi tari barong bersama 33 orang anak buahnya.

Sigit mengaku sudah ratusan kali kelompoknya melakukan atraksi tanggapan oleh masyarakat di Grobogan, diantaranya ditanggap oleh mantan Bupati Grobogan Sri Sumarni maupun Bupati Grobogan sekarang Setyo Hadi dalam sebuah acara, juga pernah bemain di arena wisata Geopark Karangsari Brati.

Ia mengaku setiap kali hendak melakuan atraksi tari barong khususnya barong Ponorogo dia dan kelompoknya selalu memberi sesaji berupa minuman kopi hitam 1 gelas, rokok kretek sebungkus dan ayam panggang.
“Kami selalu memberi sesaji sebelum kami main, khususnya barongan Ponorogo, agar mainnya lebih aman dan nyaman” ucapnya.

Sekali main, Sigit mematok harga sekitar Rp.6,5 juta. Hingga kini tawaran tanggapan main barong sering diterima Sigit. Tiap bulan hanya 4 hari kosong tanggapan.

Kini dia berharap bisa memperoleh bantuan dari Pemkab Grobogan, terutama dana pengadaan kostum yang berganti ganti untuk menunjang penampilannya. (jk)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *