PEMALANG (inspirasiline.com) – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menegaskan pentingnya pendistribusian bantuan yang tepat sasaran bagi warga terdampak bencana alam. Hal itu disampaikannya saat menyalurkan bantuan kepada korban banjir bandang di kawasan Lereng Gunung Slamet, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Selasa (27/1/2026).
Mohammad Saleh mengatakan, bantuan yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak banjir bandang akibat hujan ekstrem. Ia menekankan agar seluruh bantuan dapat diterima secara merata oleh para pengungsi di seluruh posko pengungsian.
“Pendistribusian bantuan harus tepat sasaran, agar seluruh warga terdampak bencana di pengungsian bisa merasakan manfaatnya,” ujar Mohammad Saleh.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyerahkan berbagai kebutuhan dasar bagi para pengungsi, di antaranya makanan siap saji, kasur lipat, tenda gulung, selimut, pakaian anak-anak, serta peralatan dapur. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga selama berada di pengungsian.
Mohammad Saleh juga berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat terdampak.
“Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban warga dan digunakan sesuai kebutuhan. Kami juga berharap kondisi segera pulih sehingga warga bisa kembali beraktivitas seperti semula,” katanya.
Selain menyalurkan bantuan, Mohammad Saleh turut mengimbau seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus bersinergi dalam penanganan pascabencana. Menurutnya, koordinasi antarpihak sangat diperlukan agar proses pemulihan dapat berjalan dengan baik dan efektif.
“Kolaborasi dan koordinasi yang baik antarpihak terkait sangat penting dalam proses pemulihan pascabencana. Dengan sinergi yang solid, pemulihan diharapkan bisa berjalan lebih efisien,” jelasnya.
Sebagai informasi, banjir bandang melanda wilayah Kabupaten Pemalang, khususnya Kecamatan Pulosari dan Kecamatan Moga, akibat hujan ekstrem yang mengguyur Lereng Gunung Slamet sejak Jumat (13/1/2026) malam. Curah hujan tinggi menyebabkan meluapnya Sungai Kali Soso, Kali Penakir, dan Sungai Gintung, sehingga merendam permukiman warga serta merusak infrastruktur di sejumlah desa.
Bencana tersebut juga mengakibatkan adanya korban jiwa. Selain itu, beberapa warga dilaporkan masih dalam proses pencarian, sementara sejumlah korban lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis.
Akibat peristiwa tersebut, sekitar 2.000 warga terpaksa mengungsi demi keselamatan. Mereka tersebar di sejumlah titik pengungsian, antara lain Kantor Kecamatan Pulosari, Gedung PC NU, serta SDN 02 Penakir. Hingga saat ini, tercatat terdapat lima posko pengungsian yang menampung warga terdampak banjir bandang.
Bantuan dari Mohammad Saleh didistribusikan secara merata ke seluruh posko pengungsian di Kecamatan Pulosari. (*)
