Grobogan-Inspirasiline.com. Kembali terjadi di Grobogan setelah kasus belum lama terjadi sekitar 800 an pelajar korban dugaan keracunan massal MBG di Gubug, kini hal serupa terulang kembali yakni 8 orang korban siswa SD yang diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap makanan MBG (Makanan Bergizi Gratis) dari SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Desa Pulongrambe, Kec. Tawangharjo, Kab. Grobogan, Jawa Tengah.
Hal ini dialami oleh 5 siswa dari SDN 2 Pulongrambe dan selanjutnya bertambah 3 siswa dari SDN 3 Mayahan. Ketiga siswa yang diduga mengalami keracunan itupun langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan.
Kepada media, pemilik SPPG Muhammad Sodiq, mengatakan, dari 2.900 penerima manfaat yang mengalami mual akibat dugaan keracunan telah dirujuk ke RSUD Soedjati Purwodadi.
“Melihat indikasinya, saya menilai gejala tadi habis minum susu, habis itu timbul rasa mual, muntah,” kata Sodiq yang juga Kades Pulongrambe, pada Jumat (30/1/2026).
Dijelaskannya, susu yang dikonsumsi oleh para penerima manfaat, dibeli 3 hari sebelumnya, kemudian hari ini didistribusikan. Selain itu, masa kedaluwarsa nya.masih jauh yakni bulan November 2026.
“Kebijakan kita, untuk korban kita bawa ke puskesmas biar tertangani dan tidak ada ke kejadian lebih fatal,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kab. Grobogan Djatmiko menerangkan, setelah mendapat kabar adanya dugaan keracunan, pihak kepolisian, pihaknya mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Selain mengambil sampel dari bekas muntahan korban dugaan keracunan, Dinas Kesehatan juga mengambil sampel dari lokasi SPPG tersebut.
“Kalau sesuai kronologis, setelah minum susu itu siswa pada mual. Tapi, guna memastikan kami juga mengambil sample menu makanan hari itu. Nanti biar jelas begitu,” singkatnya.
Saat ini para korban keracunan MBG dari SPPG Desa Pulongrambe masih dirawat secara intensif di RSUD Purwodadi. (jk)
