Tegal-Inspirasiline.com. SMP Ihsaniyah Kota Tegal kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi Qurani melalui penyelenggaraan Uji Tahfidzul Qur’an Angkatan VI. Acara yang dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, ini menegaskan pentingnya pendidikan agama dalam pembentukan karakter siswa. Mba Iin, sapaan akrab Wakil Wali Kota, mendorong agar kelulusan uji tahfidz dapat diakui sebagai jalur prestasi setara dengan bidang lainnya, seperti olahraga dan seni, dalam penerimaan siswa jenjang pendidikan berikutnya.
Dalam sambutannya, Mba Iin menekankan bahwa menghafal Al-Qur’an membutuhkan kesabaran dan kedisiplinan, serta dukungan dari berbagai pihak.

Pemerintah Kota Tegal menyatakan kesiapannya untuk terus mendukung pendidikan yang menanamkan nilai keimanan sejak dini. Ia juga menyoroti manfaat besar pendidikan Al-Qur’an, tidak hanya bagi pemahaman agama, tetapi juga dalam membentuk kecerdasan dan karakter anak.
“Menghafal Al-Qur’an adalah investasi ilmu yang tidak pernah merugikan,” tegasnya, menegaskan bahwa pengenalan Al-Qur’an harus dilakukan dengan cinta, bukan paksaan, agar menjadi identitas penguat bagi generasi muda.

Program Tahfidzul Qur’an di SMP Ihsaniyah Tegal merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Tegal melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kantor Kementerian Agama Kota Tegal, dan Jami’yyatul Qurra wal-Huffadz (JQH). Kepala Kemenag Kota Tegal, Kasiman Mahmud Desky, mengapresiasi program ini sebagai kebijakan unik yang memberikan manfaat dan pahala jariyah bagi semua pihak yang terlibat. Ia berharap program ini terus berlanjut dan diperkuat untuk melahirkan generasi yang berakhlak mulia dan berkualitas.

Kegiatan uji tahfidz ini diikuti oleh 98 siswa dari kelas 7, 8, dan 9, dengan capaian hafalan bervariasi antara 1 hingga 10 juz. Humas SMP Ihsaniyah, Teguh Siti Ramandhani, menjelaskan bahwa uji tahfidz merupakan kegiatan wajib di sekolah tersebut, dengan persiapan awal oleh ustadz/ustadzah dan guru sebelum diujikan oleh tim penguji dari Kementerian Agama. Ia menambahkan bahwa sekolah memiliki kelas intensif, bilingual, dan boarding, di mana kelas boarding memiliki porsi tahfidz yang lebih besar. Harapannya, seperti yang disampaikan Wakil Wali Kota, siswa yang berhasil menghafal Al-Qur’an, terutama hingga 30 juz, dapat diberikan bobot nilai khusus dalam jalur prestasi penerimaan siswa baru. (Abiet Sabariang)
