Sukoharjo-Inspirasiline.com. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukoharjo Mojolaban Cangkol resmi beroperasi, setelah diresmikan pada Senin (9/2/26) oleh Eko Sapto Purnomo selaku ketua Satgas SPPG yang juga Wakil Bupati, pihaknya menaruh perhatian serius pada sektor sanitasi. Yang mana sistem pengolahan limbah harus menjadi prioritas utama agar kehadiran pusat gizi ini tidak memicu masalah sosial di tengah pemukiman warga.
Ketua Satgas SPPG Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, menegaskan bahwa fungsi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) adalah harga mati dalam operasional SPPG. Menurutnya, standar yang ditekankan oleh PGN harus dipenuhi agar sampah dapur maupun limbah cair tidak mencemari lingkungan.

“Kami ingin hadirnya SPPG ini menjadi solusi bagi masyarakat, bukan menambah masalah. Kami tekankan pengolahan limbah harus benar-benar berfungsi agar air yang keluar tidak berbau dan tidak merusak lingkungan,” tegas Eko Sapto.
Guna memastikan standar tersebut terjaga, Satgas telah menyusun Petunjuk Teknis (Juknis) pengolahan limbah sebagai pedoman bagi seluruh pengelola. Khusus untuk SPPG di wilayah padat penduduk dengan keterbatasan lahan, Eko Sapto meminta Korwil dan kepala SPPG untuk melakukan pendampingan teknis sejak tahap perencanaan.
“Tidak ada keluhan warga bukan berarti tidak ada masalah. Kita harus lebih aware. Satgas siap mendampingi setiap unit untuk mengadaptasi sistem pengolahan limbah yang efisien meski di lahan sempit,” tegas Eko.
Malik Ibrahim, Ketua SPPI Kabupaten Sukoharjo, menyampaikan bahwa dari total 84 SPPG, 76 di antaranya sudah siap operasional atau sudah running. Sisanya masih dalam tahap penyelesaian administrasi.
“Untuk menyambut bulan puasa yang kurang lebih tinggal seminggu lagi, kami pastikan SPPG tetap beroperasi. Kami akan menyediakan menu-menu kering seperti roti basah, kurma, buah, susu, telur rebus, dan kacang-kacangan,” kata Malik Ibrahim.
Sementara itu, Andika Nur Ahmad, Kepala SPPG Sukoharjo 08 Cangkol, menjelaskan bahwa SPPG yang baru diresmikan ini akan melayani sekitar 1.700 PM (Penerima Manfaat), dengan target 1.000 PM pada minggu pertama operasi.
“Kami akan mulai beroperasi besok, hari Selasa tanggal 10 Februari. Sasaran kami adalah PAUD, TK, SD, SMP, serta tambahan untuk ibu guru dan tenaga pendidikan. Total karyawan di SPPG ini ada 37 orang,” pungkas Andika.
Dengan peresmian SPPG ini, diharapkan distribusi pangan bergizi di Sukoharjo, khususnya wilayah Mojolaban Cangkol, dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. (Prie)
