Tegal-Inspirasiline. Balapulang, Di tengah semarak perayaan Idulfitri, masyarakat Desa Kalibakung Kabupaten Tegal, menciptakan semangat gotong royong melakukan kerja bakti merehab sejumlah ruangan di balai desa. Aksi mulia ini mencerminkan sinergi kuat antara aparat desa dan warga, demi mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya gotong royong.
Kepala Desa Kalibakung Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal Mujiono, menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan himbauan Presiden Prabowo tentang kemandirian desa. Dengan adanya Koperasi Desa (Kopdes), desa diharapkan dapat memiliki Pendapatan Asli Desa (PADes).

Meski Kopdes belum berjalan, Mujiono menekankan bahwa Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) akan tetap eksis dan bersinergi. “Kopdes memiliki SOP dan kegiatan yang jelas dari pusat, sementara BUMDES harus saling mengisi,” ujarnya.
Potensi Ekonomi Desa Kalibakung: Dari Sampah hingga Wisata Alam
BUMDES Desa Kalibakung akan mengembangkan empat sektor usaha unggulan:
Pengelolaan Sampah: Sampah tak lagi menjadi masalah, melainkan sumber daya yang dapat diolah menjadi barang bermanfaat seperti margot atau paving.
Pengelolaan Air Bersih: Memastikan ketersediaan air bersih bagi seluruh warga.

Sarana Olahraga: Memanfaatkan lapangan desa yang sudah ada, lengkap dengan rencana penambahan jogging track. Lapangan ini akan menjadi pusat interaksi warga dan ajang inovasi.
Objek Wisata Alam Kalimus: Lokasinya tak jauh dari balai desa, menawarkan keindahan alam perbukitan dan hutan pinus. Pengunjung dapat menikmati danau buatan yang dihuni ribuan ikan nila dan emas, serta fasilitas karaoke, gazebo, kolam renang, dan mushola. Pengunjung hanya dikenakan biaya parkir yang wajar.
Kata Mujiono, Balai Desa sebagai Wajah Desa dan Semangat Kebersamaan, itu sebabnya meski
rehabilitasi balai desa ada dukungan dana desa, akan terasa sulit terwujud tanpa keterlibatan warga.
“Balai desa adalah wajah desa dan cerminan warganya, harus menarik,” kata Mujiono. Minggu (29/3/2026) saat kerja bakti bersama warganya.
Kerja bakti perbaikan balai desa diadakan setiap hari Minggu, melibatkan 10 warga secara bergilir. Dukungan warga sangat luar biasa, bahkan banyak yang inisiatif menyumbang konsumsi untuk para pekerja bakti.
Di tengah pemangkasan dana desa, pemerintahan desa dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif. “Semangat gotong royong harus kita bangkitkan kembali dengan bersinergi bersama warga,” tutur Mujiono, yang kini tengah menjalani periode kedua jabatannya sebagai Kades.
Pemerintahan Desa Kalibakung berpacu menggali pendapatan asli desa serta memajukan ekonomi dan Generasi Muda Melalui Olahraga dan Kemitraan
Dalam waktu dekat, Mujiono berencana menggelar turnamen sepak bola dan berbagai event lainnya. Kolaborasi dengan berbagai instansi ini tidak hanya bertujuan mendongkrak ekonomi desa, tetapi juga memberdayakan generasi muda melalui kegiatan positif yang memiliki nilai ekonomi. (Biet)
