WonogiriInspirasiline.com. Kabupaten Wonogiri memiliki banyak papan wisata, baik wisata alam, pantai, sejarah dan budaya.
Generasi muda masa kini tak banyak mengetahui, bahwa Kabupaten Wonogiri pernah memiliki papan wisata yang diberi nama ” Taman Wisata Selomoyo ” Taman wisata dibuat sekitar tahun 1980 – an, berada di Desa Selomarto, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri.

Papan wisata Selomoyo dibangun oleh Pemda Wonogiri, dengan tujuan sebagai wahana hiburan, refreshing, kegiatan para remaja, meningkatkan penghasilan masyarakat setempat, serta memperkenalkan alam Selomoyo kepada publik.
Taman wisata Selomoyo memiliki beberapa area kegiatan seperti, kolam renang ” Jakatarub – Nawangwulan”, vila pandang di atas bukit, taman segara, bumi perkemahan, taman bermain anak – anak, alam lingkar sepeda, kebun binatang mini, dan beberapa gazebo.

Pada hari Minggu taman wisata Selomoyo banyak dikunjungi para pelancong, khususnya kawula muda dari wilayah Kabupaten Wonogiri dan sekitarnya, untuk menikmati alam Selomoyo yang berada di lereng selatan Gunung Payung.
Untuk menghibur para pengunjung, di tempat ini disajikan panggung hiburan, pestas seni, lomba menggambar, macapat.
Dari kejauhan terdengar alunan gendhing ” Wonogiri Sukses, dan lelagon Selomoyo ”
Lirik lagu Selomoyo sbb.
Selamoyo, Selomoyo
Papan turis, mudhi lan mudha
Nadyan tuwa uga tan kuciwa
Jaka Tarub, Nawangwulan
Kekembangan lan segaran
Edi peni agawe reseping ati.
Tak hanya itu, taman wisata Selomoyo juga sering digunakan untuk Jambore Pramuka dari Kecamatan Giriwoyo dan Baturetno secara bersamaan.

Di taman wisata Selomoyo inilah para pengunjung dapat menikmati jajanan; nasi sayur pedas, nasi goreng, tempe goreng, pisang godhog/ goreng, kacang goreng/ godhog, melinjo godhog, marning, minuman kelapa muda, es lilin, es gosrok, cau kelapa manis, dhawet cendhol.
Konon kabarnya, salah satu penyebab tutupnya taman wisata Selomoyo adalah mata air yang tak lagi mampu memancarkan air, sehingga membuat semua aktivitas terhenti. Kata penduduk setempat, mata air pindah mengalir ketempat lain.
Ada juga yang mengatakan, mata air Selomoyo tersumbat batu. Sampai saat ini sumber air tersebut dibiarkan mati, belum diteliti apa penyebabnya.
Sayang seribu sayang, dimakan mabuk dibuang sayang. Generasi saat ini tak bisa menikmati keindahan taman wisata Selomoyo. Generasi saat ini hanya dapat mendengan ceritanya, serta melihat sisa puing – puing taman Selomoyo.
