Sambut Hari Tari Dunia 2026, 500 Penari Sragen Meriahkan Pementasan Aku Kipas

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com. Sebanyak 500 Penari Dari 87 Peserta Tang Terdiri Atas Sekolah (SD, SMP, SMA/SMK) Dan Sanggar Tari, Serta Melibatkan Praktisi Seni Di Kabupaten Sragen, Memeriahkan Pementasan Tari Bertajuk “Aku Kipas” Dalam Rangka Menyambut Hari Tari Dunia Yang Diperingati Setiap 29 April.

Kegiatan Yang Berlangsung Di Halaman Gedung Sentral Industri Kreatif Dan Kerajinan (SIKK) Sragen, Sabtu (25/4/2026) Ini Digelar Hingga Malam Dengan Penampilan Penari Secara Bergantian, Sebagai Upaya Melestarikan Seni Tari Sekaligus Memperkuat Identitas Budaya Daerah.

Wakil Bupati Sragen, H. Suroto, Menyampaikan Kekayaan Seni Tari Di Sragen, Baik Tradisional Maupun Kreasi Modern, Perlu Terus Dijaga Dan Dikembangkan Melalui Ruang-Ruang Ekspresi Seperti Ini. Ia Menegaskan, Peringatan Hari Tari Dunia Menjadi Momentum Penting Untuk Memperkuat Jati Diri Bangsa Sekaligus Membangun Kebersamaan Masyarakat.

“Hari Tari Dunia Bukan Sekadar Perayaan Seni, Tetapi Momentum Untuk Merawat Budaya, Memperkuat Identitas, Dan Menyatukan Masyarakat Melalui Gerak Dan Irama. Tari Adalah Bahasa Universal Yang Melampaui Batas Usia Dan Latar Belakang,” Ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Sragen, Purwanti, Menjelaskan Pementasan “Aku Kipas” Merupakan Tari Massal Yang Melibatkan Masyarakat Umum, Komunitas, Sanggar, Hingga Seniman Sebagai Wujud Perayaan Kebersamaan Dan Keberagaman. Menurutnya, Kegiatan Ini Sekaligus Menjadi Sarana Promosi Kekayaan Seni Tari Sragen Kepada Publik Yang Lebih Luas.

“Melalui Momentum Hari Tari Dunia, Kami Ingin Mendorong Apresiasi Masyarakat Terhadap Seni Tari, Sekaligus Memperluas Ruang Ekspresi Bagi Generasi Muda Untuk Terus Berkarya Dan Menjaga Kesinambungan Tari Tradisional Maupun Kreasi, Serta Memperkuat Pemahaman Publik Rerhadap Keberagaman Seni Sebagai Bagian Dari Pengembangan Budaya Daerah,” Jelasnya.

Salah Satu Penampil, Gayuh Wira Mahesti, Penari Dari SMPN 2 Sragen, Membawakan Tari Magma Yang Menggambarkan Erupsi Gunung Merapi. Ia Mengaku Telah Mempersiapkan Diri Selama Sepekan Dan Termotivasi Oleh Latar Belakang Keluarganya Yang Juga Berkecimpung Di Dunia Tari.

“Saya Ingin Terus Belajar Dan Suatu Saat Bisa Menempuh Pendidikan Di Bidang Tari. Semoga Anak-Anak Muda Semakin Tertarik Dan Ikut Melestarikan Seni Tari Di Sragen,” Ungkapnya. (Sugimin/17- Release Diskominfo Sragen)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *