Harkitnas Dan Hari Perpustakaan 2026, Bupati Sigit Pamungkas : Kebangkitan Bangsa Lahir Dari Literasi

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com.  Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Dan Hari Perpustakaan Tahun 2026 Digelar Di Halaman Kantor Terpadu Pemerintah Kabupaten Sragen, Rabu (20/5/2026) Pagi. Bertindak Sebagai Inspektur Upacara, Bupati Sigit Pamungkas Memimpin Langsung Jalannya Upacara Yang Diikuti Wakil Bupati H. Suroto, Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Serta Seluruh Abdi Spil Negara (ASN) Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen.

Dalam Rangkaian Kegiatan Tersebut Juga Dilaksanakan Penyerahan Hadiah Lomba Bank Sampah Dalam Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Kabupaten Sragen Tahun 2026 Yang Diselenggarakan Oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sragen.

Berdasarkan Hasil Penilaian, Juara I Diraih Bank Sampah Mandiri Kecamatan Gemolong, Juara II Bank Sampah TDR (Teguhan Dadi Resik) Kecamatan Sragen, Dan Juara III Bank Sampah Muda Berkarya Kecamatan Sumberlawang.

Dalam Amanatnya, Bupati Sigit Pamungkas  Menekankan Bahwa Hari Kebangkitan Nasional Tidak Dapat Dipisahkan Dari Semangat Literasi Dan Budaya Membaca Yang Telah Diwariskan Para Pendiri Bangsa.

Ia Mengingatkan, Satu Abad Lebih Lalu Para Pelopor Bangsa Berkumpul Di Ruang-Ruang Sederhana STOVIA Dengan Membawa Gagasan Besar Tentang Persatuan Bangsa. Menurutnya, Kebangkitan Nasional Lahir Bukan Dari Ruang Hampa, Melainkan Dari Proses Panjang Membaca, Berdiskusi, Dan Bertukar Pemikiran.

“Peristiwa Tahun 1908 Itu Kita Kenal Hari Ini Sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Namun Kebangkitan Itu Lahir Dari Ruang-Ruang Baca, Dari Buku-Buku Yang Dibalik Halamannya Demi Halaman, Serta Dari Perpustakaan-Perpustakaan Kecil Tempat Para Pendiri Bangsa Bertukar Gagasan,” Ujar Bupati Sigit Pamungkas.

Ia Menyebut, Hari Kebangkitan Nasional Dan Hari Perpustakaan Merupakan Dua Momentum Yang Saling Berkaitan. Keduanya Menjadi Pengingat Bahwa Kemajuan Bangsa Tidak Hanya Ditentukan Pembangunan Fisik, Tetapi Juga Kualitas Pengetahuan Masyarakatnya.

Menurut Bupati Sigit Pamungkas, Tantangan Bangsa Saat Ini Berbeda Dengan Masa Perjuangan Dahulu. Jika Dulu Bangsa Indonesia Menghadapi Penjajahan Fisik, Maka Saat Ini Masyarakat Menghadapi Ancaman Apati, Hoaks, Dan Kemalasan Berpikir.

“Kebangkitan Hari Ini Harus Dimaknai Sebagai Kebangkitan Melawan Kebodohan Yang Dipelihara Dan Informasi Dangkal Yang Memecah Belah,” Katanya.

Bupati Sigit Pamungkas Juga Menyoroti Pentingnya Peran Perpustakaan Sebagai Ruang Yang Menghadirkan Keadilan Sosial Melalui Akses Ilmu Pengetahuan Yang Setara Bagi Seluruh Masyarakat.

Ia Menggambarkan Perpustakaan Modern Bukan Lagi Sekadar Tempat Penyimpanan Buku, Melainkan Ruang Untuk Membangun Nalar Kritis Generasi Muda.

“Seorang Anak Petani Di Plupuh, Anak Buruh Di Gemolong, Ataupun Anak Pedagang Di Pasar Bunder Harus Memiliki Kesempatan Yang Sama Untuk Mengakses Ilmu Pengetahuan Dunia,” Tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Sragen, Lanjut Bupati Sigit Pamungkas, Terus Mendorong Transformasi Perpustakaan Daerah Maupun Perpustakaan Desa Melalui Gerakan “Merawat Pustaka, Memartabatkan Bangsa”. Pemkab Ingin Memastikan Akses Bahan Bacaan Berkualitas Dapat Menjangkau Seluruh Lapisan Masyarakat Hingga Ke Pelosok Desa.

Namun Demikian, Ia Nenegaskan Bahwa Penguatan Budaya Literasi Tidak Dapat Hanya Dibebankan Kepada Pemerintah. Peran Keluarga, Sekolah, Dan Generasi Muda Dinilai Sangat Penting Untuk Menumbuhkan Budaya Membaca Sejak Dini.

“Kita Ingin Sragen Tidak Hanya Dikenal Sebagai Wilayah Lintasan, Tetapi Menjadi Rahim Lahirnya Pemikir Besar, Inovator Tangguh, Dan Pemimpin Berkarakter,” Ungkapnya.

Usai Upacara, Bupati Sigit Pamungkas  Kembali Mengingatkan Pentingnya Menjaga Persatuan Sebagai Fondasi Utama Kebangkitan Bangsa. Menurutnya, Persatuan Tidak Berarti Menyeragamkan Perbedaan, Melainkan Kemampuan Bersinergi Demi Tujuan Bersama.

“Persatuan Bukan Berarti Keseragaman, Tetapi Pengakuan Terhadap Perbedaan Yang Kemudian Bersinergi Untuk Mengejar Agenda Nasional Bersama,” Ujarnya.

Ia Juga Mengajak Generasi Muda Untuk Lebih Selektif Dalam Menggunakan Gawai Dan Memperbanyak Membaca Buku-Buku Berkualitas Agar Memiliki Wawasan Yang Lebih Luas Dan Mendalam.

“Membaca Buku Itu Lebih Komprehensif Dan Lebih Dalam, Sehingga Ketika Menghadapi Persoalan Kita Mampu Memikirkan Solusi Secara Lebih Matang,” Pungkasnya. (Sugimin/17- Release Diskominfo Sragen)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *