Komitmen Agustina Selamatkan Artefak Sejarah Semarang Tuai Apresiasi Sejarawan, Perkuat Identitas Kota Maritim

NEWS

MEDAN (inspirasiline.com) – Upaya Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyelamatkan arsip dan artefak sejarah mendapat apresiasi dari kalangan sejarawan, akademisi, dan kolektor benda bersejarah. Langkah Pemerintah Kota Semarang dalam menelusuri, mengumpulkan, dan mengembalikan dokumen-dokumen bersejarah dinilai sebagai terobosan penting untuk memperkuat identitas Kota Semarang sebagai kota maritim sekaligus menjaga memori kolektif bangsa.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam pertemuan Agustina Wilujeng dengan sejumlah pakar sejarah dan akademisi di Medan, Rabu (1/7/2026). Pertemuan itu dihadiri Dr. Ir. Jimmy Lassang Manahara Siahaan M.CP, Dr. Saparudin Barus, S.T., M.M., Prof. Ikhwan, Prof. Robert Sibarani, serta perwakilan Masyarakat Sejarah Indonesia (MSI) Sumatera Utara.

Guru Besar Kebudayaan Prof. Robert Sibarani mengatakan tidak banyak kepala daerah yang memiliki perhatian serius terhadap penyelamatan arsip dan artefak sejarah.

“Langkah Wali Kota Semarang ini merupakan preseden yang sangat baik. Sejarah sebuah kota sering kali tercecer di berbagai daerah, bahkan di luar negeri. Ketika seorang kepala daerah berinisiatif mengumpulkan kembali arsip dan artefak sejarah, sesungguhnya ia sedang menyelamatkan identitas, peradaban, dan ingatan kolektif masyarakatnya,” ujar Prof. Robert Sibarani.

Menurutnya, pelestarian sejarah tidak sekadar mengoleksi benda-benda kuno, tetapi juga menghadirkan kembali nilai-nilai yang menjadi fondasi pembangunan sebuah kota.

Pemkot Semarang Terima Dokumen Bersejarah

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Semarang menerima sejumlah koleksi bersejarah yang memiliki nilai penting bagi perjalanan kota.

Koleksi itu antara lain 13 surat saham Hotel du Pavillon (kini Hotel Dibya Puri) tahun 1892, surat sero NV Seng Tek Jia tahun 1955, obligasi Semarangsche Administratie Maatschappij senilai lima juta gulden pada masanya, hingga artefak berupa lampu badai kapal kuno.

Kolektor sejarah Dr. Ir. Jimmy Lassang Manahara Siahaan M.CP mengatakan dokumen dan artefak tersebut diserahkan karena melihat keseriusan Pemerintah Kota Semarang dalam melestarikan warisan sejarah.

“Dokumen pemberitaan tahun 1830-an maupun obligasi bernilai jutaan Gulden ini adalah bukti autentik bahwa Semarang telah berkembang sebagai pusat perdagangan, administrasi, dan ekonomi sejak ratusan tahun lalu. Kami menyerahkannya kepada Pemerintah Kota Semarang karena melihat komitmen nyata Ibu Wali Kota untuk menjaga kelestariannya sekaligus menjadikannya media edukasi bagi masyarakat,” katanya.

Perkuat Identitas Semarang sebagai Kota Maritim

Semarang dikenal memiliki jejak sejarah yang kuat dalam Jalur Sutra Maritim, termasuk keterkaitannya dengan pelayaran Laksamana Cheng Ho. Karena itu, penelitian yang melibatkan perguruan tinggi dan lembaga internasional dinilai akan semakin memperkuat posisi Semarang sebagai salah satu pusat kajian sejarah maritim di Indonesia.

Menanggapi apresiasi tersebut, Agustina Wilujeng menegaskan bahwa pelestarian sejarah merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan kota.

Menurutnya, arsip, dokumen, dan artefak sejarah bukan hanya benda koleksi, tetapi sumber pengetahuan yang dapat membantu masyarakat memahami perjalanan panjang Kota Semarang.

“Berbagai peninggalan ini perlu dikumpulkan kembali agar kita dapat membaca, memahami, dan merekonstruksi perjalanan kota ini. Dari sanalah kita mengetahui fondasi awal terbentuknya Semarang, nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu, serta arah pembangunan yang harus terus kita jaga,” ujar Agustina.

Ia menegaskan, penyelamatan warisan sejarah merupakan bagian dari upaya membangun identitas Kota Semarang yang kuat sekaligus menjaga kekayaan budaya dan sejarah maritim Indonesia agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Dukungan para sejarawan, akademisi, dan kolektor menjadi penguat bahwa langkah Pemerintah Kota Semarang dalam menyelamatkan artefak sejarah merupakan investasi penting untuk memperkokoh jati diri kota sekaligus memperkenalkan sejarah Semarang kepada masyarakat luas. (*)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *