SEMARANG (inspirasiline.com) – Pemerintah Kota Semarang terus mengintensifkan pembersihan saluran drainase di kawasan Simpang Lima sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan. Upaya ini dilakukan untuk menjaga kawasan ikon Kota Semarang tetap bebas genangan sekaligus memastikan sistem drainase berfungsi secara optimal.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU), petugas secara rutin mengeruk sedimen dan mengangkat sampah yang menghambat aliran air di saluran drainase sekitar Simpang Lima.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan kawasan Simpang Lima menjadi salah satu titik prioritas pemeliharaan karena memiliki aktivitas masyarakat yang tinggi serta menjadi wajah Kota Semarang.
“Pembersihan sedimen saluran di seputar Simpang Lima terus dilakukan oleh kawan-kawan Dinas Pekerjaan Umum agar air bisa lancar mengalir,” ujar Agustina.
Sedimen dan Sampah Jadi Penyebab Aliran Air Tersumbat
Dalam proses pembersihan, petugas mengangkat endapan tanah, lumpur, serta berbagai jenis sampah seperti gelas plastik dan plastik berukuran kecil yang menghambat aliran air di dalam saluran.
Selain pengerukan sedimen, DPU Kota Semarang juga melakukan perbaikan grill atau penutup saluran sebagai bagian dari pemeliharaan infrastruktur pengendali banjir.
Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto, menjelaskan setiap pintu masuk gorong-gorong sebenarnya telah dilengkapi grill penyaring sampah. Namun, sampah berukuran kecil masih kerap terbawa aliran air dan mengendap bersama sedimen.
“Grill di setiap pintu masuk gorong-gorong yang tertutup sudah ada. Namun memang masih ada sampah-sampah kecil yang lolos,” jelas Suwarto.
Pemeliharaan Dilakukan Secara Berkala
Menurut Suwarto, pembersihan drainase dan pemeliharaan grill akan terus dilakukan secara berkala agar kapasitas saluran tetap optimal saat hujan turun.
Dengan saluran yang bersih, aliran air dapat mengalir lebih lancar sehingga risiko genangan di kawasan Simpang Lima dapat diminimalkan.
Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam menjaga kualitas infrastruktur kota melalui pemeliharaan yang berkelanjutan.
Selain meningkatkan fungsi pengendalian air, langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan ruang publik yang lebih aman, nyaman, dan tertata bagi masyarakat maupun wisatawan.
Pemkot Semarang menegaskan bahwa pemeliharaan drainase merupakan bagian penting dari strategi pengendalian banjir sekaligus menjaga Simpang Lima tetap menjadi ikon kota yang bersih, nyaman, dan representatif. (*)
