Grobogan-Inspirasiline.com. Setiap orang pasti menginginkan sukses dalam hidupnya dengan jalan apapun, yang penting sukses berhasil dimana pada umumnya keberhasilan itu terlihat dengan banyaknya materi yang ada. Dengan bergelimpangan materi itulah terkadang menjadikan seseorang menyombongkan diri. Namun kenyataannya tidak semua orang seperti itu.
Seperti yang dijalani oleh seorang Lena Sahara, mutiara tersembunyi yang berasal dari Dumpil Ngaringan Grobogan, Jawa Tengah ini.
Melalui kesederhanaannya, dia saat ini bisa dibilang sukses luar biasa dan menjadikannya sebagai orang ternama dibidang entertainment dan Selebgram di tanah air.

Ditemui di rumah orangtuanya, Desa Dumpil Kec. Ngaringan Kab. Grobogan, pemilik nama lengkap Erlina Eka Fatmawati yang mengaku berzodiak Virgo ini menceriterakan kehidupannya sejak masa kecil hingga saat ini yang meraih sukses.
Sejak SD, Lena kecil gemar menyanyi dan lama kelamaan bakat terpendam itu mulai muncul. Dalam setiap lomba menyanyi, Lena selalu memperoleh kemenangan.

Terlebih saat usianya menginjak bangku SMP, dia berlatih menyanyi dengan iringan band milik pakdenya, Budi Saroyo almarhum seorang penilik sekolah di Ngaringan dan ketika Lena tampil di publik pertama kalinya, ia dapat bayaran Rp. 5 ribu. Band milik pakdenya saat itu dikontrak oleh PT Rokok Bentoel untuk promosi. Ia mengisi acara pembuka setiap tampil dengan lagu “Panggung Sandiwara”
“Wah seneng banget rasanya, habis nyanyi terus dapat bayaran” kenang Lena.
Selama sekolah di SMP Ngaringan Kab. Grobogan itu, Lena terus mengembangkan bakatnya dan mendapatkan imbalanan.
Karena bakat nyanyinya tampak bagus, oleh kedua orang tuanya Lena disekolahkan ke SMA Kristen Purwodadi. Ia mengaku saat sekolah di SMA tersebut, Lena tetap “ngamen” di bank bank dan dalam acara ceremonial di berbagsi ivent yang menjadikannya mantap untuk mengambil jalur tarik suara. Ia mengaku setiap tampil ia mendapatkan imbalan Rp.30 ribu waktu itu.
Selepas.SMA, anak pertama tiga bersaudara pasangan Sudarmo -Gaswati itu melanjutkan studinya di Undip hingga lulus. Kemudian ia hijrah ke Jakarta hingga sekarang.
Di Jakarta pun, Lena akrab dengan artis artis ibukota diantaranya Inul Daratista dan Dewi Gita. Oleh karenanya saat dalam acara reuni emas SMA Kristen Purwodadi pada 28 Juni 2026 lalu, ia tampil bersama Inul dan Dewi Gita, padahal saat reuni itu Inul akan live di TV nasional, Inul membatalkan dan posisinya digantikan oleh Iis Dahlia, Inul lebih memilih ke Purwodadi bersama Lena dalam acara reuni itu. Itulah persabatan, katanya.
Kesederhanaan yang melekat pada diri Lena itu terinspirasi dari lingkungannya di masa kecil. Keluarga besarnya adalah keturunan Kepala Desa atau Lurah, dimana kalau di desa sukanya menawari warga untuk mampir ke rumah dan ngajak makan. Budaya inilah yang tertanam dalam hati Lena hingga sekarang.
“Jadi saya itu orangnya suka berbagi dan menyenangkan banyak orang, dan itu saya alami hingga sekarang dimana saya memberikan sebagian rejeki saya, pasti dikembalikan sama Allah berlipat ganda, saya percaya itu mas” ucapnya disela sela persiapan menyambut ustadz Maulana dalam tahlilan untuk kedua almarhum orang tuanya, Kamis (2/7/2026)
Ia percaya, dalam kehidupannya bahwa siapa yang memberi rejeki kepada orang lain dengan iklas pasti akan dikembalikan berlipat ganda rejekinya oleh Allah.
Bahkan, baru niatnya yang disampaikan, jadi belum sampai mentransfer uang kepada yang dituju, keberkahan pada keluarganya itu menghampirinya.
Itulah yang selalu dilakukan dan dialami Lena dan keluarganya. Ibarat air yang dimasukkan kedalam gelas hingga membludak dan airnya tumpah tak berguna, lebih baik disalurkan dengan baik.
Ia punya prinsip “Bersih Hati Bersih pikir, rejeki akan mengalir”
Menyinggung rencana renovasi rumah orangtuanya, Lena menegaskan rumah ortunya tidak akan direnovasi sebab dengan cara inilah rumah asli, Lena bisa mengenang kedua ortunya yang telah tiada.
” Inilah rumah asli orang tuaku, tidak akan direnovasi sebab dengan cara inilah aku bersama adikku Agung dan Puguh mengenang beliau” tutupnya.
Sekarang yang selalu ia pikirkan adalah bagaimana membahagiakan orang lain dengan membagi sebagian rejekinya. Sebab kalau belum membagi rejeki, Lena belum merasakan bahagia. Tetapi ketika sudah membagikan sebagian penghasilannya, Lena merasakan kelegaan di hatinya.
Kini meski sudah jadi orang yang serba berkecukupan, Lena tetap rendah hati tidak sombong dan selalu berbagi rejeki kepada orang lain yang membutuhkan ukuran tangannya.
Suatu hari dia merasa kecewa saat tidak bisa memberikan bantuan kepada orang lain.
“Aku pas naik mobil, melihat ada orang yang meminta bantuannya kok saya tidak bisa.. Wah rasanya kecewa sekali mas.. ” ujarnya menutup perbincangannya. (jk)
