UNDIP Luncurkan 220 E-Bike, Dorong Transportasi Kampus Ramah Lingkungan

NEWS

SEMARANG (inspirasiline.com) – Universitas Diponegoro (UNDIP) meluncurkan Smart Transportation: E-Bike UNDIP sebagai moda transportasi ramah lingkungan untuk mendukung mobilitas mahasiswa dan civitas academica di kawasan kampus.

Sebanyak 220 unit e-bike akan ditempatkan di sekitar 25 titik yang tersebar di lingkungan kampus UNDIP. Kehadiran kendaraan listrik tersebut menjadi bagian dari upaya universitas memperkuat ekosistem transportasi pintar sekaligus mendukung konsep kampus berkelanjutan.

Peluncuran E-Bike UNDIP berlangsung di Pelataran Gedung Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Fakultas Teknik UNDIP, Jumat (4/9/2026).

Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., mengatakan penyediaan e-bike merupakan bagian dari langkah universitas mengembangkan sistem transportasi kampus yang lebih ramah lingkungan.

“E-Bike ini mendukung komitmen UNDIP terhadap GreenMetric dan menjadi bagian dari upaya transfer teknologi. Proses assembling-nya dilakukan 100 persen di Sekolah Vokasi,” ujar Suharnomo.

220 E-Bike Tersebar di 25 Titik Kampus

Direktur Reputasi, Kemitraan, dan Konektivitas Global UNDIP, Prof. Dr. Ir. Hadiyanto, S.T., M.Sc., IPU, menjelaskan pengembangan E-Bike UNDIP bermula dari kunjungan Rektor UNDIP ke China pada tahun sebelumnya.

Pengembangan tersebut kemudian dilanjutkan melalui kerja sama dengan WanWay Technology.

Menurut Hadiyanto, penyediaan e-bike tidak hanya ditujukan untuk memberikan alternatif transportasi bagi warga kampus. Fasilitas tersebut juga menjadi bagian dari strategi UNDIP dalam mengurangi emisi karbon.

“E-bike ini untuk menunjang UNDIP sebagai kampus yang berkelanjutan, terutama pada indikator transportasi dan program pengurangan karbon di lingkungan Universitas Diponegoro,” jelas Hadiyanto.

Sebanyak 220 unit e-bike nantinya dapat digunakan di lingkungan kampus dengan sistem yang telah dirancang sebagai transportasi pintar.

Pembayaran E-Bike UNDIP Menggunakan QRIS

E-Bike UNDIP mengadopsi sistem smart transportation dengan mekanisme pembayaran menggunakan QRIS.

Setelah selesai digunakan, pengguna wajib mengembalikan e-bike ke titik parkir yang telah ditentukan. Penggunaan kendaraan tersebut juga dibatasi hanya di dalam perimeter kampus UNDIP.

Sistem tersebut diharapkan membuat penggunaan e-bike lebih teratur sekaligus memudahkan mahasiswa dan civitas academica dalam mengakses moda transportasi rendah emisi di kawasan kampus.

Dengan 220 unit yang tersedia di sekitar 25 titik, e-bike diharapkan menjadi alternatif mobilitas bagi warga kampus yang harus berpindah dari satu kawasan ke kawasan lainnya.

Rektor UNDIP Tekankan Pentingnya Merawat Fasilitas

Rektor UNDIP Suharnomo menegaskan pembangunan fasilitas transportasi berkelanjutan harus diikuti dengan komitmen untuk merawat dan menggunakannya secara bertanggung jawab.

Menurutnya, keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghadirkan fasilitas baru, tetapi juga memastikan fasilitas tersebut dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Kemampuan membangun harus berjalan beriringan dengan kemampuan merawat. Sustainability harus kita jaga agar berbagai pengembangan ini terus memberikan manfaat,” tegas Suharnomo.

Peluncuran E-Bike UNDIP menjadi bagian dari langkah universitas dalam memperkuat konsep kampus berkelanjutan, khususnya melalui pengembangan transportasi rendah karbon.

Kehadiran moda transportasi tersebut diharapkan dapat mendukung mobilitas mahasiswa dan civitas academica sekaligus mendorong kebiasaan bepergian yang lebih ramah lingkungan di kawasan kampus. (*)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *