Percepat Pertumbuhan Jati Plus Perhutani, Kadep Produksi Aplikasikan Formula Nutrimon

NEWS

BOYOLALI (inspirasiline.com) Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa menerima kunjungan Kepala Departemen Produksi Perum Perhutani Jawa Tengah Ida Jatiyana dalam rangka ujicoba tanaman Jati Plus Perhutani (JPP) Perhutani yang menggunakan formula nutrisi hormon (nutrimon) sebagai salah satu cara meningkatkan percepatan pertumbuhan tanaman Jati Plus Perhutani di petak 15c-2 seluas 3,6 Ha hektar wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Ngaren, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kedungcumpleng, Boyolali, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan Kepala Departemen Produksi tersebut diterima langsung oleh Administratur KPH Telawa Titus Aryanto beserta jajaran manajemen, Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH), Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH), mandor.

Dalam kegiatan di lokasi tanaman Jati Plus Perhutani Stek Pucuk (JPP SP) tahun tanam 2020 petak 15c-2 tersebut Kepala Departemen Produksi, Ida Jatiyana melakukan uji coba pemberian nutrimon pada tanaman Jati Plus Perhutani Stek Pucuk dengan metode menyayat kulit dan menyiramkan nutrimon sebagai nutrisi tambahan sebanyak 30 pohon yang nantinya akan diamati pertumbuhannya dengan pembanding pohon disekitar yang tidak diperlakukan dengan penambahan nutrisi. Perhutani menggunakan formula nutrisi hormon (nutrimon) sebagai salah satu cara meningkatkan percepatan pertumbuhan tanaman Jati Plus Perhutani.

Kepala Departemen Produksi Ida Jatiyana mengatakan bahwa Perhutani terus berinovasi dalam pengembangan tanaman Jati Plus Perhutani (JPP) guna meningkatkan produktivitas kayu untuk memenuhi kebutuhan industri furnitur kayu, baik untuk pasar dalam maupun luar negeri. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan cara penelitian melalui serangkaian kegiatan pemuliaan pohon dan menggunakan formula yang disebutnya sebagai nutrisi hormon (nutrimon).

“Pertumbuhan Jati Plus Perhutani menggunakan nutrimon ini jauh lebih besar dibandingkan diameter pohon jati yang ditanam secara konvensional. Pemberian nutrimon juga sebagai upaya mempercepat pertumbuhan tanaman jati untuk mendapatkan masa tebang dengan daur pendek sehingga bisa mempercepat pendapatan perusahaan,” katanya.

Administratur KPH Telawa, Titus Aryanto mengatakan semoga inovasi pemberian nutrimon pada jati plus ini membantu tanaman berkembang lebih cepat melalui asupan nutrisi dan hormon tambahan.

“Uji coba pemberian nutrisi dan hormon di petak 15c-2 wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Ngaren, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kedungcumpleng, selanjutnya perkembangan pertumbuhan akan selalu kami pantau. Sebagai suatu inovasi yang baik kedepannya pemberian nutrimon bisa direplikasi di tempat lain, khususnya di lahan- lahan yang tingkat kesuburannya rendah.” Imbuh Titus.

Di lokasi berbeda Ketua LMDH Rekso Wono, Supardi selaku mitra pengelolaan hutan di petak tersebut menyambut antusias inovasi yang dilakukan Perhutani guna meningkatkan mutu dan kwalitas kayu Jati Perhutani Plus Stek Pucuk.
“Dengan pemberian Nutrimon pada tanaman JPP SP bisa menghasilkan produksi kayu yang diminati pasar sebagai bahan pokok furniture yang berkwalitas.Ujar Supardi.

Melalui kegiatan tersebut, Perhutani menegaskan komitmennya untuk selalu meningkatkan pengelolaan hutan yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kayu sekaligus menjaga kelestarian hutan secara berkelanjutan. (jk/w3p)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *