Setelah Anak-Istri, Kini Modin SUD Menyusul Meninggal Dunia

NEWS

Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com

PERNIKAHAN putri modin Desa Wonorejo, Kecamatan Kalijambe, Sragen berujung duka mendalam.

Setelah secara beruntun putrinya (pengantin perempuan) berinisial LID (28) dan istrinya S (57) meninggal dunia, Modin SUD (60) pun akhirnya menyusul menghadap Sang Makakuasa, Senin (9/11/2020) petang.

Modin paruh baya itu dikabarkan meninggal dunia, Senin (9/11/2020) petang. Almarhum sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soeratno Gemolong, sebelum mengembuskan nafas terakhirnya.

Kabar kepergian Modin SUD (60) dibenarkan beberapa warga sekitar.

Data yang dihimpun inspirasiline.com, almarhum sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Gemolong sejak kehilangan putri dan istri tercintanya secara beruntun, dua hari lalu.

“Almarhum dibawa ke rumah sakit Gemolong. Setelah putri dan istrinya meninggal dunia, mbah modin kondisinya langsung drop. Petang tadi, kami dapat kabar beliau meninggal dunia,” ungkap salah satu warga, YN kepada inspirasiline.com, Senin (9/11/2020) malam.

Kepala Desa (Kades) Wonorejo Edi Subagyo yang dikonfirmasi inspirasiline.com membenarkan kabar duka itu.

Edi Subagyo menyampaikan, Modin SUD mengembuskan nafas terakhirnya usai menjalani perawatan di RSUD dr Soeratno Gemolong.

“Benar. Almarhum meninggal dunia petang tadi dan langsung dimakamkan malam ini dengan protokol Covid-19. Pemakaman dilakukan oleh petugas medis dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap serta jenazah dari rumah sakit langsung dibawa ke pemakaman,” tuturnya.

Kepergian Modin SUD (60) menambah duka panjang yang menimpa keluarga tersebut. Pasalnya, selama lima hari beruntun, satu persatu anggota keluarga meninggal dunia setelah menggelar pernikahan.

Nyonya modin meninggal Jumat (6/11/2020) pagi, sedangkan putrinya yang baru saja dinikahkan sepekan sebelumnya, meninggal Kamis (5/11/2020) malam.

Dari hasil swab, istri modin menunjukkan positif terpapar Covid-19. Sedangkan putrinya, LID (28) yang baru dinikahkan dan meninggal dunia tidak disertai surat keterangan terkait Covid-19.

baca juga:  Peringati Hari Bhayangkara Ke-75, Polres Sragen Syukuran Sederhana

Kerja di Jakarta
LID (28) sebelumnya bekerja di Jakarta. Pulang untuk menikah dengan belahan jiwanya asal Wonogiri.

Pernikahan itu dihelat pada 24 Oktober 2020 silam. Di hari itu, LID (28) melewati hari bahagianya dengan melepas masa lajangnya melalui prosesi ijab kabul di kediaman orangtuanya yang kebetulan menjabat modin Desa Wonorejo.

Semula, selepas ijab kabul, pihak keluarga berencana melanjutkan dengan resepsi kecil-kecilan.

Namun belum sempat ditunaikan, aparat Polsek dan Satgas Covid-19 desa setempat memberikan arahan agar hajatan itu diurungkan, lantaran situasi sedang dalam pandemi Covid-19.

Walhasil pesta hiburan pun dibatalkan. Meski demikian, prosesi ijab kabul sudah selesai digelar pagi harinya.

“Nikahnya jadi, tapi hanya ijab kabul. Sebenarnya mau dilanjutkan hiburan geden, tapi karena situasi pandemi, didatangi Polsek dan Satgas Covid-19 desa, akhirnya nggak jadi ada hiburan. Nah, setelah itu, dua hari kemudian tanggal 26 Oktober, pengantin mau diboyong atau diunduh ke Wonogiri, tempat mempelai pria. Tapi belum sampai ke tujuan, pengantin perempuan sudah tidak kuat mengeluh sakit. Akhirnya nggak sampai Wonogiri dan pengantin perempuannya dilarikan ke rumah sakit di Solo, namun nyawanya tidak tertolong dan menghembuskan napas terakhir Kamis (5/11/2020), atau sepekan setelah pernikahannya,” beber YN.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *