WONOGIRI (inspirasiline.com) Sendang Tretes adalah sebuah sendang ( tempat air menggenang) yg berada di dusun Temulus, desa Keloran kecamatan Selogiri, Wonogiri.
Sendang yang berada diiereng gunung ini konon pernah dijadikan tempat Raden Mas Sahid bersama wadyobolonya ( pasukannya) dalan menyusun strategi dalam melakukan gerilya melawan penjajahan Belanda.
Lokasi sendang sitretes berada dilereng gunung masih deretan dari gunung Gajahmungkur bagian utara masuk wilayah kecamatan Selogiri sekitar 15 km dari kota Wonogiri.

Pada Sabtu, 5 September lalu tiba tiba lokasi sendang yg berjarak 500 meter dari pemukiman warga ini menjadi ramai.
Banyak warga desa Keloran dan warga kecamatan Selogiri berdatangan ke sendang Tretes. Mulai jam 11.00 siang suara musik berupa gamelan Jawa mengumandang. Ternyata pada hari itu digelar pentas budaya’ berupa tari-tarian. Ada tari kreasi Sesaji Tretes, Tari Gambyong, tari Lengger, tari Samira Santika tari Sandya Kala, dilanjutkan dengan ritual ” Umbul Donga”.
Umbul Donga adalah ritual utk memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar diberikan kesehatan, kesejahteraan, perlindungan dan keselamatan.
Menurut Okky Kharismasari selaku koordinator acara, bahwa inisiasi pentas budaya tersebut datang dari mahasiswa ISI Surakarta yang sedang KKN di desa Keloran. Kemudian gagasan tersebut dikoordinasikan dengan pemerintah desa setempat dan bekerja sama dengan Sanggar Tari pimpinan Okky. Okky yang juga warga desa Keloran ,seorang guru PAUD, juga pegiat seni yg memiliki sanggar tari.
Tujuan dari pentas budaya dilereng gunung tersebut tujuannya adalah mempertegas bahwa sendang Tretes sebagai destinasi wisata yg dibuka sebagai ruang publik, sehingga bisa dikunjungi oleh masyarakat umum, sekaligus melestarikan situs sejarah yang berhubungan erat dengan kisah perjuangan Raden mas Sahid dalam menumpas penjajahan Belanda.
Hadir dalam kesempatan pentas budaya tersebut beberapa tamu undangan, perwakilan dari pemerintah Kecamatan Selogiri, dari Dinas Kebudayaan, kepala desa Keloran Sumaryanto dan undangan lainnya.
Sendang Tretes menang unik, disebut tretes karena memang airnya hanya menetes dari dinding bukit bebatuan tapi mengalir sepanjang tahun, dan bisa dialirkan kepemukiman penduduk utk kebutuhan keluarga.
Diyakini warga apabila berendam di Sendang Tretes maka bisa menyembuhkan penyakit.
Cerita yang berkembang secara turun temurun, dulu Raden mas Sahid bila bermeditasi untuk meminta petunjuk kepada yang kuasa juga semedi di Sendang Tretes dengan jalan berendam (kungkum).
ADA PENINGGALAN TEMPAT MENAMPUNG AIR
Seorang warga Wonokarto Wonogiri, Totok Suroto 50 tahun yang sering berkunjung ke sendang Tretes menuturkan bahwa dilokasi dekat sendang ditemukan tempat menampung air berupa sebuah kendil tapi sudah pecah.
Diperkirakan kendil tersebut bebda yang dulu dibawa oleh Raden mas Sahid dan pasukannya.
Dikatakan pula oleh eyang Suro sebutan lain Totok Suroto, sendang Tretes paling rame dikunjungi orang pada bulan Syuro, yg terutama malam tanggal 1 syuro. Banyak yang tirakat dan mandi kungkum dari sore sampai pagi. (Widodo TS)
