Badan Kesbangpol Grobogan Selenggarakan Pembinaan Ormas dan LSM

NEWS

GROBOGAN (inspirasiline.com) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Grobogan melakukan kegiatan pembinaan terhadap puluhan organisasi kemasyarakatan dan LSM se Kabupaten Grobogan yang berlangsung di aula kantor tersebut pada Kamis (17/9/2026).

Acara ini dihadiri Kepala Bakesbangpol Grobogan Amin Hidayat SPd MM, Nara sumber dan sejumlah Ormas/LSM penerima dana hibah tahun 2026.

Kabid Poldagri Sudarta Kiswara SP selaku Panitia penyelenggara melaporkan acara pembinaan ini diikuti oleh 32 ormas/LSM di Grobogan dengan maksud untuk memberikan informasi dan pemahaman kepada organisasi masyarakat/LSM tentang hak dan kewajiban ormas dalam menjaga persatuan dan kesatuan yang ada di wilayah Kabupaten Grobogan. Sedangkan tujuannya adalah untuk menumbuhkan rasa cinta akan tanah air dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara itu dalam sambutan pengarahannya, Kepala Bakesbangpol Amin Hidayat mengatakan Organisasi masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat memiliki posisi yang penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Ormas/LSM bukan hanya wadah untuk berkumpul dan menjalankan aktivitas organisasi, tetapi juga merupakan bagian dari kekuatan masyarakat sipil yang dapat memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan.

Pemerintah daerah menyadari bahwa pembangunan tidak dapat dilaksanakan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan partisipasi dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk Ormas/LSM.

” Karena itu, kami memandang Ormas/LSM bukan sebagai pihak yang berseberangan dengan pemerintah, tetapi sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan aspirasi masyarakat, melakukan pemberdayaan, menjaga persatuan dan kesatuan, serta ikut menciptakan suasana Kabupaten Grobogan yang aman, tertib dan kondusif.” ujarnya.

Ia menyebut melalui kegiatan pembinaan ini, pihaknya ngin mendorong agar Ormas/LSM di Kabupaten Grobogan terus berkembang menjadi organisasi yang semakin tertib, profesional, mandiri, berintegritas dan memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat.
Organisasi yang kuat bukan hanya diukur dari banyaknya anggota atau banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. Yang lebih penting adalah seberapa baik organisasi tersebut dikelola dan seberapa besar manfaat yang diberikan kepada masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas Ormas/LSM menjadi hal yang sangat penting., tambahnya.

Selanjutnya para Peserta pertemuan diberikan materi terkait perencanaan, pengelolaan keuangan dari 4 nara sumber.
Sedangkan Nara sumber yang dihadirkan dalam hal ini adalah Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Grobogan dengan materi “Penguatan Kapasitas Organisasi Masyarakat/LSM dalam Mewujudkan Organisasi yang Tertib, Taat Hukum, Profesional, dan Sinergis sebagai Mitra Pemerintah”, narasumber dari BAPPERIDA Kabupaten Grobogan, dengan materi “Dari Aspirasi ke Aksi : Organisasi Masyarakat/LSM sebagai Mitra Strategis dalam Pembangunan Grobogan”.

Adapun narasumber dari BPPKAD Kabupaten Grobogan, dengan materi “Peran Organisasi Masyarakat/LSM dalam Mendukung Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah”; sedangkan.

Narasumber dari Inspektorat Daerah Kabupaten Grobogan, dengan materi “Membangun Organisasi Masyarakat/ LSM yang Berintegritas sebagai Mitra Pemerintah dalam Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah” Sebagaimana materi yang disampaikan Lamijan SSos MSi.

Inspektorat Grobogan menyampaikan berdasarkan pasal 5 Perbub 39 Th. 2024 ttg hibah dimana dana hibah diterima tidak wajib dan tidak mengikat. Ada yang bisa diberikan setiap tahun dan ada yg tidak setiap tahun. Kecuali parpol yang menerima dana hibah setiap tahun selalu mendapatkan.

Lamijan menyebut berdasarkan Perbub tersebut Ormas yg bergerak dibidang:
Perekonomian mendapatkan dana hibah Rp. 50 jt, pendidikan Rp 50 jt sarpras Rp. 100 jt keagamaan Rp. 100 jt, kesenian adat istiadat Rp. 50 jt, keolahragaan Rp. 50 jt.

Untuk hal tersebut, Ka Bakesbangpol berpesan ormas dan LSM yang menerima dana hibah agar senantiasa tertib administrasi utamanya pengelolaan dana hibah.

“Tertib administrasi merupakan tolok ukur kinerja kita maka Tuliskan apa yg kamu laksanakan dan laksanakan apa yg kamu tulis” pintanya.

Mantan Staf Ahli Bupati Grobogan itu menginfokan sampai saat ini beberapa Pemkab di Jateng telah menghentikan dana hibahnya karena efisiensi, namun di Grobogan dana hibah tersebut masih diperlukan. Untuk itu pihaknya siap mengawal mulai dari usulan hingga realisasi dan pertanggungjawabannya. (jk)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *