Juragan Sragen Buka Jalan UMKM Naik Kelas

NEWS

SRAGEN (inspirasiline.com)  Upaya mendorong pelaku usaha naik kelas sekaligus menggali potensi bisnis Daerah diwujudkan melalui Juragan Sragen, Scale Up Business Competition, yang resmi dibuka di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati Sragen, Rabu (23/9/2026).

Acara yang digagas Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Sragen bekerja sama dengan Bank Syariah Sragen tersebut diikuti lebih dari 70 Pelaku Usaha Dari Berbagai Sektor.

Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang presentasi bisnis, tetapi juga diarahkan untuk memetakan potensi usaha di Kabupaten Sragen. Bisnis yang dinilai potensial nantinya dapat dihimpun dalam katalog untuk membuka peluang kolaborasi dengan investor maupun pelaku usaha lainnya.

Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten Sragen, Joko Pramono, menjelaskan kompetisi tersebut terbuka bagi seluruh sektor usaha dengan omzet di bawah Rp4,8 Miliar Per Tahun. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda berkelanjutan sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat mengambil peran sebagai pengusaha.

“Harapan kami ini bisa menjadi agenda tahunan bersama untuk memajukan kegiatan ekonomi di Sragen. Satu keluarga di Sragen setidaknya memiliki satu pengusaha yang ikut menggerakkan ekonomi,” kata Joko.

Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Jawa Tengah, Tedi Agung Tirtayadi, menilai penyelenggaraan Juragan Sragen menjadi bagian dari upaya memperkuat pertumbuhan pengusaha muda di Daerah yang sejalan dengan program HIPMI Jawa Tengah. Menurutnya, keberlanjutan kegiatan dan jejaring antarpelaku usaha menjadi penting agar dampaknya tidak berhenti pada kompetisi.

“Event ini nantinya bisa tumbuh menjadi ekosistem, sehingga para pengusaha saling berkolaborasi dan menghasilkan kekuatan ekonomi yang lebih besar bagi Sragen,” ujarnya.

Bupati Sragen Sigit Pamungkas mengatakan penguatan kapasitas pengusaha muda perlu diarahkan pada kemampuan manajerial, finansial, dan pengembangan bisnis agar mampu memperluas kiprah usaha. Menurutnya, pola pelatihan dan pendampingan juga perlu disesuaikan untuk membentuk super UMKM yang mampu tumbuh bersama tanpa saling melakukan kanibalisasi bisnis.

“Mesin pertumbuhan ekonomi Sragen tidak hanya bertumpu pada APBN, tetapi juga pada gerak dan partisipasi masyarakat, khususnya para pengusaha. Mari terus bersinergi agar Sragen tumbuh semakin baik dan tidak kalah dengan daerah lainnya,” kata Sigit Pamungkas. (Sugimin/17- Release Diskominfo Sragen)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *