GROBOGAN (inspirasiline.com) Dari sebuah desa yang bersahaja, lahirlah nada-nada luhur yang menembus batas cakrawala provinsi. Adalah Ananda Valentino Yuwan Firmansyah, siswa kelas VI SD Negeri 1 Tawangharjo, Korwilbidikcam Tawangharjo, yang telah mengharumkan nama Grobogan di kancah Jawa Tengah.
Valentino berhasil menyabet Juara 1 Lomba Nembang Macapat dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026.
Festival yang menjadi oase pelestarian bahasa ibu ini digelar pada 9–11 Oktober 2026, bertempat di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah dan Universitas Ngudi Waluyo, Kabupaten Semarang. Sebuah ajang prestisius yang diikuti sebanyak 490 siswa jenjang SD dan SMP serta 70 guru pendamping dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah, mereka semua adalah para juara pertama dari kompetisi tingkat kabupaten/kota, para tunas terbaik yang terpilih.

Kegiatan FTBI 2026 dibuka secara resmi oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed., serta dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen beserta jajaran pejabat daerah lainnya.
Capaian gemilang yang diraih Valentino bukanlah sekadar kebetulan. Ia adalah simfoni dari dedikasi, ketekunan, dan bimbingan intensif sang guru pendamping, Kasrin S.Pd. Keberhasilan ini juga merupakan buah dari sinergi yang apik antara orang tua, jajaran guru SDN 1 Tawangharjo, serta dukungan penuh dari Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Tawangharjo, Suharyono, S.Pd.SD., M.Pd.
Dengan penuh rasa bangga, Suharyono, S.Pd., M.Pd., menuturkan bahwa “Saya atas nama pribadi dan keluarga besar Korwilcam Tawangharjo mengucapkan Selamat dan Sukses yang sebesar-besarnya kepada ananda kita yang bernama VALENTINO YUWAN FIRMANSYAH telah berhasil meraih Juara 1 dalam Cabang Lomba Nembang Macapat Tingkat Provinsi.” Ucapnya Minggu (11/10/2026) kepada media Inspirasiline.com.
Raihan ini bukan sekadar prestasi biasa. Ini adalah bukti nyata keberhasilan dalam nguri-uri kebudayaan Jawa, khususnya seni nembang macapat yang sarat akan nilai-nilai luhur, etika, dan keindahan bahasa ibu kita. Di tengah arus modernisasi yang deras, suara Valentino menjadi pengingat bahwa akar budaya tetap harus dijaga.
Prestasi luar biasa ini tentu tidak datang secara mendadak atau instan. Oleh karena itu, apresiasi setinggi langit patut disematkan kepada:
Ananda Valentino Yuwan Firmansyah: Terima kasih atas kerja keras, ketekunan, kedisiplinan, dan mental juara yang luar biasa. Ananda telah membuktikan bahwa anak-anak Tawangharjo mampu bersaing dan menjadi yang terbaik di tingkat provinsi, tambah Suharyono
Kepala Sekolah, Pelatih, dan Guru Pendamping: Terima kasih atas kesabaran, bimbingan, dedikasi, dan waktu yang telah dicurahkan untuk menggembleng bakat ananda hingga tampil memukau dan sempurna.
Keluarga Besar SDN 1 Tawangharjo: Terima kasih atas dukungan moral, fasilitas, serta motivasi tanpa henti yang diberikan kepada tim FTBI.
Bapak/Ibu Orang Tua Siswa: Terima kasih atas doa, restu, dan dukungan penuh yang selalu menyertai setiap langkah ananda.
Semoga keberhasilan ini menjadi lentera dan pemantik semangat bagi sekolah-sekolah lain di wilayah Tawangharjo untuk terus menggali, membina, dan mengembangkan potensi peserta didik, baik di bidang akademis maupun non-akademis, khususnya dalam pelestarian bahasa dan budaya daerah yang adiluhung. (jk)
