GROBOGAN (inspirasiline.com) Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Dr. Evita Nursanty, SH., M.Sc., melakukan kunjungan kerja ke Daerah Pemilihan (Dapil) III Jawa Tengah yang meliputi Grobogan, Rembang, Blora dan Pati, dengan titik kunjungan di Desa Jono, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan. Sebelumnya, Evita juga berkunjung ke desa Bugel dan Klampok Kec Godong dan hari ini Selasa (13/10/2026) ke desa Kropak Wirosari dan Desa Jono Tawangharjo.
Kehadiran Evita di Desa Jono dalam rangka menggelar acara bertajuk “Aktivasi Desa Kreatif Melalui Pengembangan Ruang Kreatif”.

Dalam kunjungan tersebut, Evita hadir bersama Dr. Anggara Hayun dari Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) RI selaku narasumber. Turut mendampingi, Ketua DPC PDI Perjuangan Grobogan Hj. Sri Sumarni, SH., MM, Asisten Pembangunan Setda Grobogan Widodo Joko Nugroho, SSTP selaku narasumber, Camat Tawangharjo Joko Supriyanto, Kepala Cabang BRI Purwodadi Bambang, dan Kepala Desa Jono Eko Winarno, S.Pd.
Dalam kesempatan tersebut, Evita menyerap berbagai aspirasi warga Desa Jono terkait pengembangan usaha ekonomi kreatif.
Disebutkan Evita, kebijakan baru pemerintah adalah pemberian pinjaman di bank pemerintah sampai dengan Rp 100 juta tanpa agunan. Namun, di lapangan Evita masih menjumpai adanya peminjaman di Bank BRI yang masih memakai agunan sertifikat tanah.

Oleh karena itu, antara Evita dan pihak Bank BRI setempat sepakat untuk mengembalikan agunan yang saat ini masih tersimpan di bank BRI setempat kepada nasabah sesuai regulasi.
Di samping itu, Desa Jono yang terkenal dengan produksi garam rakyatnya dinilai perlu digali sebagai sumber ekonomi masyarakat, selain sebagai produsen buah melon.
Kepala Desa Jono, Eko Winarno menambahkan, desa yang dipimpinnya merupakan penghasil garam rakyat dengan harga cukup tinggi, yakni Rp 16.000 per kilogram, dan bila sudah dikemas bisa mencapai Rp 50.000.

Eko menambahkan, bila dibandingkan dengan garam Himalaya, maka garam Jono memiliki nilai kandungan yang lebih tinggi.
“Garam Himalaya memiliki nilai 0 koma, kalau garam Jono bernilai 4 koma. Jadi masih lebih baik garam Jono,” katanya.
Selain itu, Desa Jono memiliki sumber air panas berkadar garam tinggi yang dipercaya dapat menyembuhkan pegal-pegal dan nyeri tulang. Potensi inilah yang akan dikembangkan melalui program Desa Kreatif.
“Ini yang akan kami kembangkan melalui Desa Kreatif,” tegas Eko.
Evita mengaku sangat tertarik dengan potensi yang dimiliki Desa Jono tersebut. Ia meminta agar potensi garam rakyat dan wisata air panas tersebut dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan ekonomi warga. (jk)
