Siswi SD Santo Fransiskus Sragen Debut Sutradarai Film Pendek Sahabat Terbaik

NEWS

SRAGEN (inspirasiline.com)  Kreativitas Anak-Anak Sragen di bidang perfilman ditunjukkan melalui pemutaran perdana film pendek Sahabat Terbaik karya Emilia Bening Nirwasita atau Sita, siswi SD Santo Fransiskus Sragen, di Gedung Sasana Budaya Sukowati, Senin (12/10/2026). Film ini mengangkat tema persahabatan dengan menekankan pentingnya gerakan anti perundungan (anti-bullying), kasih, saling menghargai, dan kepedulian terhadap sesama.

Film tersebut menjadi debut Sita dalam menyutradarai film pendek melalui produksi bersama Jogja Film Academy (JFA) atau Akademi Film Yogyakarta. Naskahnya ditulis Sita bersama Kepala SD Santo Fransiskus Sragen, Sr. M. Yuliana, SFS.

Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menyambut positif lahirnya karya film dari kalangan pelajar sekolah dasar. Menurutnya, film tersebut menunjukkan potensi dan kreativitas generasi muda Sragen yang perlu terus dikembangkan.

“Ini luar biasa karena dibuat oleh anak-anak SD. Kita mengenal banyak seniman yang lahir di Sragen, dan hari ini kita mengenal seniman cilik yang sudah berkarya melalui film,” ujarnya.

Dirinya berharap pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dapat melahirkan lebih banyak generasi muda kreatif yang turut memajukan Sragen.

Direktur Jogja Film Academy, Tri Wahyudi, turut menilai produksi film ini sebagai bentuk kolaborasi sekaligus pengabdian institusi pendidikan kepada masyarakat. Ia berharap pengalaman tersebut mendorong Sita dan anak-anak lainnya untuk terus berkarya.

“Ini luar biasa. Tetaplah berproses, jangan hanya sekali lalu berhenti. Saya yakin generasi muda inilah yang akan menjadi estafet selanjutnya,” ungkapnya.

Produksi Sahabat Terbaik didampingi kru JFA yang terdiri atas dosen dan mahasiswa, serta sejumlah insan perfilman berpengalaman, yakni visual artist and art director, Ong Harry Wahyu serta art director asal Yogyakarta, Edy Wibowo.

Sementara itu, Ketua Panitia, Redhy Hermawan, mengatakan film Sahabat Terbaik menjadi bukti potensi dan kreativitas anak-anak yang perlu terus didukung.

“Semoga film ini menyampaikan pesan tentang persahabatan, kepedulian, dan kebersamaan, sekaligus menjadi langkah awal lahirnya karya-karya positif lainnya dari anak-anak kita,” ujarnya. ( Sugimin /17- Release Diskominfo Sragen)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *