TEGAL (inspirasiline.com) Di tengah musim kemarau panjang yang menyebabkan krisis air bersih dan mengeringnya sumur-sumur warga, Komunitas Radio Keluarga bergerak cepat menyalurkan bantuan 16.000 liter air bersih bagi ratusan kepala keluarga di Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, pada Kamis (22/10/2026).
Aksi kemanusiaan ini mengerahkan sebanyak dua unit mobil tangki dengan kapasitas masing-masing 8.000 liter. Bantuan air bersih tersebut disebar secara merata ke dua titik lokasi utama yang mengalami krisis air parah, yakni Pedukuhan Sirampog (RT 26 dan RT 27 RW 12) Desa Karanganyar, serta Pedukuhan Brengkok di Desa Penujah, Kecamatan Kedungbanteng.

Sumber dana dan dukungan berasal dari Kas Organisasi, Sponsor Jordan Bakery (Kec. Balapulang), FPRB (Forum Pengurangan Risiko Bencana) Kab. Tegal, Kompol (Purn) Nugroho Santoso, serta Babinsa Koramil Kedungbanteng (Serma Andi Timor & Pelda Yoko).

Kehadiran truk tangki air bersih ini disambut dengan antusiasme tinggi dan rasa gembira oleh masyarakat setempat yang telah lama kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan memasak dan konsumsi sehari-hari.
“Warga sangat mengharapkan bantuan air bersih ini, karena sumur di sini sudah tidak ada airnya sama sekali. Untuk memasak kami sangat kekurangan air bersih, kalaupun ada terpaksa harus membeli setiap hari,” ungkap Abah Dirun, salah satu warga RT 26 Dukuh Sirampog, Desa Karanganyar.
Ketua Komunitas Radio Keluarga, Wildan Hermawan, S.AP., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan wujud kepedulian nyata organisasi terhadap kesulitan masyarakat. Dengan adanya droping air bersih ini, beban ekonomi warga dapat diringankan sehingga mereka tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk membeli air bersih.
“Kegiatan ini sebagai wujud kepedulian kami terhadap masyarakat, dengan membantu menyalurkan air bersih kepada warga yang membutuhkan, sehingga beban mereka bisa dikurangi dan tidak perlu membeli air lagi. Insya Allah kegiatan ini akan terus kami laksanakan ketika masyarakat membutuhkan,” tegas Wildan.
Lebih lanjut, Wildan mengungkapkan bahwa gerakan sosial ini tidak berhenti di Kedungbanteng saja. Pihaknya telah menerima permohonan baru dari empat desa di wilayah Kecamatan Warureja, di antaranya Desa Sigentong, Kreman, Sidamulya, dan Kedungjati. Aksi ini menjadi bukti nyata peran serta aktif elemen masyarakat dalam membantu pemerintah menanggulangi dampak kekeringan dan krisis air bersih. (Biet)
