BIK Solo Raya 2026 Perkuat Inklusi Keuangan Merata Di Sragen

NEWS

SRAGEN (inspirasiline.com)  Pemerataan Akses Keuangan Di Solo Raya, Khususnya Kabupaten Sragen, perlu diperkuat agar masyarakat semakin cerdas mengelola keuangan, produktif mengembangkan usaha, serta terlindungi dalam memanfaatkan layanan keuangan secara aman dan bertanggung jawab.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sragen, H.  Suroto, saat membuka puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Solo Raya 2026 di Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS), Jumat (23/10/2026).

Berlangsung pada 23–25 Oktober 2026, kegiatan ini mendekatkan produk dan layanan keuangan kepada masyarakat melalui beragam agenda edukatif dan kreatif, mulai dari talkshow keuangan, layanan konsumen, kompetisi kreatif, edutainment SiMOLEK, hingga pertunjukan musik Jadul Lorenza.

“Melalui kolaborasi yang kuat, kita optimistis Solo Raya dapat tumbuh sebagai kawasan ekonomi yang inklusif, tangguh, dan berdaya saing, dengan masyarakat yang semakin sejahtera,” kata H.  Suroto.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pameran dan edukasi, tetapi menghasilkan tindak lanjut yang nyata, terukur, dan berkelanjutan.

Ketua I Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Solo Raya, M. Wira Adibrata, menjelaskan BIK Solo Raya 2026 menghadirkan 13 lembaga jasa keuangan, enam asosiasi pelaku jasa keuangan, serta 15 pelaku UMKM unggulan dari Kabupaten Sragen. Berbagai produk dan layanan tersebut diperkenalkan secara langsung agar semakin mudah dijangkau masyarakat.

“Kami berharap BIK di Sragen dapat memperkuat edukasi keuangan agar masyarakat terhindar dari investasi bodong, tidak tergiur keuntungan instan, dan mampu mengambil keputusan keuangan secara tepat,” ujar Wira.

Kepala OJK Solo, Mohammad Mufid, mengatakan pemilihan Sragen sebagai lokasi kegiatan merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan literasi dan inklusi keuangan. Perluasan akses tersebut diharapkan menjangkau masyarakat di daerah terpencil sehingga layanan keuangan semakin mudah diperoleh secara merata.

“Kami terus menggaungkan literasi dan inklusi keuangan. Momentum seperti ini penting untuk memperkuat pemahaman bahwa akses keuangan perlu diiringi pemanfaatan yang tepat, sehingga dapat mendukung kesejahteraan masyarakat,” kata Mufid. ( Sugimin/17- Release Diskominfo Sragen)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *