SLAWI (inspirasiline.com) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tegal mengapresiasi penuh penyelenggaraan kegiatan Financial Class yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Pendopo Amangkurat Kabupaten Tegal Kamis (29/10) Acara ini menghadirkan Kepala kantor OJK Tegal Kurnia Tri Puspita Regina dari Bank Indonesia, serta Kapolres Tegal AKBP Febriyani Aer.
Kegiatan ini difokuskan khusus bagi para kepala sekolah dan guru dari jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP guna memperkuat pemahaman literasi keuangan digital serta mendorong transparansi pengelolaan dana di satuan prndidikan
Plt.Kepala Disdikbud Kabupaten Tegal, Winahto, menyampaikan bahwa di tengah era digitalisasi dan kemajuan teknologi saat ini, pemahaman mengenai transaksi keuangan digital sangat krusial agar para tenaga pendidik terhindar dari risiko keuangan yang merugikan.

Winahto juga menekankan pentingnya kemampuan membedakan antara kebutuhan (needs) dan keinginan (wants), terutama dalam tren berbelanja secara daring (online).
”Kalau butuh memang harus dibeli, tetapi yang bahaya itu kalau keinginan. Keinginan bisa macam-macam, tergiur keliling, tergiur klik-klik, dan sebagainya,” ujar Winahto di hadapan ratusan kepala sekolah.
Acara ini mencatat antusiasme luar biasa dari para tenaga pendidik. Berdasarkan data pendaftaran online, jumlah kepala sekolah negeri yang hadir mencapai 261 orang, melampaui kuota undangan awal dari OJK yang sebanyak 250 orang. Hal ini menunjukkan tingginya kesadaran dan kepedulian kepala sekolah terhadap peningkatan kapasitas finansial.
Dalam arahannya, Winahto menegaskan beberapa poin penting terkait tata kelola keuangan pendidikan:
Transparansi Rekening Sekolah: Seluruh dana di satuan pendidikan wajib dikelola secara transparan dan dimasukkan ke rekening resmi atas nama sekolah, bukan rekening pribadi.
Program Satu Siswa, Satu Rekening: Disdikbud terus mendorong agar setiap siswa memiliki rekening tabungan sendiri untuk menabung secara kultural serta mempermudah penyaluran bantuan pemerintah seperti PIP (Program Indonesia Pintar) dan beasiswa secara langsung dan transparan. (Biet)
