BOYOLALI (inspirasiline.com) – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa menerima Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Juwangi koordinasi sebagai upaya menyelaraskan program kerja dan memperkuat pendampingan kepada masyarakat di sekitar kawasan hutan. Kegiatan berlangsung di Kantor KPH Telawa, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, pada Senin (02/11).
Kegiatan koordinasi yang berlangsung dalam suasana akrab tersebut berfokus pada penyelarasan data Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) untuk menentukan Rencana Dasar Kebutuhan Kelompok petani hutan dan sebagai langkah optimalisasi peran PPL dalam mendampingi petani hutan, khususnya anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di wilayah Kecamatan Juwangi.
Rombongan Penyuluh Pertanian Kecamatan Juwangi, Isnanto, S.P, Faris Widigda Putra, S.P dan Endang Sri Wahyu A.Md.P diterima Administratur Telawa didampingi Kepala Sub Seksi Kemitraan KPH Telawa
Administratur KPH Telawa, Titus Aryanto menyampaikan bahwa koordinasi antara Perhutani dan penyuluh pertanian memiliki peran yang sangat penting. Menurutnya, pendampingan Penyuluh Pertanian yang berkesinambungan dalam penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok dapat mengakomodir kebutuhan pupuk bersubsidi petani hutan dan meningkatkan produktivitas komoditas pertanian dan agroforestry tanpa mengabaikan aspek kelestarian hutan.

“Koordinasi ini merupakan langkah strategis untuk mempererat komunikasi dan menyelaraskan langkah di lapangan antara Perhutani dengan penyuluh pertanian. Petani yang diusulkan sebagai calon penerima pupuk subsidi nerupakan kelompok yang telah memiliki legalitas kerjasama berupa PKS Kemitraan Kehutanan Perhutani (KKP) atau Kemitraan Kehutanan Perhutani Produktif (KKPP).Kami ingin memastikan pemanfaatan kawasan hutan oleh masyarakat dapat berjalan secara produktif, ramah lingkungan, serta tetap menjaga kelestarian fungsi hutan,” ujar Titus.
Ia menambahkan bahwa sinergi tersebut penting agar para petani hutan tidak hanya memperoleh akses untuk mengelola lahan, tetapi juga mendapatkan pengetahuan teknis pertanian yang memadai. Dengan demikian, produktivitas pertanian dapat meningkat, kesejahteraan masyarakat terdongkrak, dan kelestarian hutan tetap terjaga.
Sementara itu, perwakilan PPL Kecamatan Juwangi, Isnanto, menyampaikan koordinasi dilakukan untuk memastikan data keluasan garapan dan kebutuhan pupuk subsidi petani hutan yang dikelola Perhutani. Memastiakn prnyaluran pupuk bersubsidi sesuai rencana RDKK tepat sasaran, transparan dan legal secara administrasi. Koordinasi tersebut sebagai kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat desa sekitar hutan.
“Sinergi antara PPL dan Perhutani sangat penting agar program pendampingan RDKK kepada para petani, khususnya yang menggarap lahan di dalam kawasan hutan, dapat berjalan selaras. Dengan komunikasi yang baik, kita dapat bersama-sama mengarahkan petani untuk menerapkan pola tanam yang efisien sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pertanian dan kehutanan,” jelasnya.
Melalui koordinasi tersebut, Perhutani dan PPL akan memfokuskan RDKK dan pendampingan pada pemberian bimbingan teknis pemanfaatan hutan dan pengelolaan hutan berkelanjutan, peningkatan kualitas hasil pertanian, serta pengelolaan lahan tumpangsari yang ramah lingkungan. (jk/W3P)
