Penulis: Joko Widodo
GROBOGAN | inspirasiline.com
MASYARAKAT Grobogan memang luar biasa. Pelaksanaan “Grobogan Sehari di Rumah Saja” jilid kedua, Minggu (20/6/2021) benar-benar dipatuhi warga dengan penuh kesadaran.
Pantauan inspirasiline.com di pelosok sudut Kota Purwodadi dan sekitarnya menunjukkan betapa masyarakat mematuhi imbauan pemerintah dengan baik.

“Kami semua warga Purwodadi sudah jemu dengan banyaknya kasus Covid-19. Kami ingin bebas dari hal itu, makanya kami harus patuh,” ungkap Ketua RW Simpanglima yang tak mau disebutkan namanya.

Jangankan di gang atau kampung , jalan raya protokol Kota Purwodadi pun menjadi sepi dan lengang pada pukul 09.00 pagi jni. Bahkan di Bundaran Simpanglima Purwodadi dijagai petugas gabungan.

“Grobogan Sehari di Rumah Saja jilid kedua yang diberlakukan hari ini, Minggu (20/6/2021) untuk masyarakat se-Kabupaten Grobogan benar-benar dipatuhi,” ucap salah satu petugas gabungan.
Kondisi lengang dan sepi ternyata juga teradi di semua desa.

Kepada inspirasiline.com, Ketua RW Krajan, Desa Genuksuran menjelaskan, warga tetap patuh untuk melaksanakan “Grobogan Sehari di Rumah Saja” jilid kedua ini. Sebab, warganya ingin virus Corona segera hilang di Indonesia.
Sesuai harapan Pemkab Grobogan, pada “Grobogan Sehari di Rumah Saja” jilid kedua ini diikuti dengan tutupnya semua toko, warung/rumah makan, dan mal. Tampak pula Pasar Raya Luwes dan Rumah Makan Dapur Emak yang berada di Kota Purwodadi, menutup usahanya.

“Kita dukung terus Pemkab Grobogan dalam upaya untuk memutus rantai penularan Covid-19, sehingga pandemi segera berakhir,” ujar Ketua RW Krajan.***
