Bupati Sri Sumarni Luncurkan Lumbung Pangan “Reborn”

NEWS

Penulis: Joko Widodo
GROBOGAN | inspirasiline.com

BUPATI Sri Sumarni meluncurkan Lumbung Pangan Reborn sekaligus meresmikan kegiatan Pemberdayaan Cadangan Pangan Masyarakat (Pedangmas) tingkat Kabupaten Grobogan yang dipusatkan di Lumbung Pangan Sri Rejeki, Desa Pulongrambe, Kecamatan Tawangharjo, Jumat (15/10/21) siang.

Turut hadir di acara peluncuran, Kepala Pusat Ketersediaan & Kerawanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) RI Sarwo Edhy, Wabup Grobogan Bambang Pujiyanto, Kapolres Benny Setyawadi, Dandim, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Grobogan Sunanto, Kadinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Ketua Baznas Grobogan, Camat Tawangharjo Mundakar.

Bupati Sri Sumarni mengatakan, saat ini Grobogan memiliki 83.833 hektare sawah yang merupakan penyangga pangan nasional. Luas panen sekitar 131.930 hektare, menghasilkan 806.139 ton gabah kering atau setara 462.482 ton beras, sehingga Grobogan menjadi produsen padi ketujuh nasional dan tertinggi di Jateng.

Di samping itu, lanjut Bupati Sri Sumarni, Grobogan juga sebagai penyumbang produksi kedelai dan jagung terbesar di Jateng.

Bupati Sri Sumarni menjelaskan, lumbung pangan yang ada saat ini masih bersifat konvensional. Artinya, hanya sebagai penyimpan gabah petani pada saat panen dan cadangan pangan saat terjadi paceklik/kurang pangan.

Namun sejalan dengan visi-misi Bupati dan program ketahanan pangan, kini fungsi lumbung pangan ditingkatkan. Selain sebagai cadangan pangan masyarakat, juga sebagai unit pengumpul.zakat, unit usaha badan usaha milik petani, dan sistem resi gudang.

“Karena fungsinya ditingkatkan itulah, maka disebut lumbung pangan reborn, artinya terlahir kembali. Baik inovasi dan semangatnya baru,” kata Bupati Sri Sumarni.

Acara juga disisipi penyerahan berbagai hadiah Lomba Foto Gerakan Pengendalian Hama Tikus dan pemberian NIB, UPZ, PSAT, dan perjanjian resi gudang kepada 10 ketua lumbung pangan reborn.

Peresmian peluncuran lumbung pangan reborn itu sendiri ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Sri Sumarni dan Kepala Pusat Ketersediaan & Kerawanan Pangan Kementan RI Sarwo Edhy.

Kasi Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Grobogan Hartoyo menjelaskan, Lumbung Pangan Sri Rejeki, Desa Pulongrambe, Kecamatan Tawangharjo dipilih sebagai tempat peluncuran program Pedangmas, karena merupakan satu dari 10 lumbung pangan reborn percontohan di Kabupaten Grobogan yang punya kelebihan, yakni omzetnya sudah mencapai Rp184 juta lebih, gabah kering yang terkumpul dari warga mencapai 8 ton, jumlah anggota sebanyak 76 orang, dan memiliki halaman parkir yang luas.

“Karena halaman parkirnya luas, ini yang menjadi pertimbangan utama kenapa Lumbung Pangan Sri Rejeki Pulongrambe dipilih menjadi tempat acara ini,” ujarnya kepada inspirasiline.com.

Terpisah, Kepala Desa Pulongrambe Muhamad Sodiq menjelaskan, Lumbung Pangan Sri Rejeki berdiri sejak 1980, sampai sekarang tidak pernah macet dan berlangsung terus. Saat ini omzet lumbung mencapai Rp 184 juta, 8 ton gabah, dengan gedung lumbung yang bisa menampung gabah kering hingga 20 ton.

“Caranya, setiap anggota diwajibkan meminjam gabah maksimal satu kuintal dan mengembalikannya 1,20 kuintal pada saat panen. Dari omzet tersebut, bila ada anggota yang meninggal, maka akan mendapat santunan kematian sebesar Rp 1 juta,” beber Sri Rahayuningsih, bendahara Lumbung Pangan Sri Rejeki yang tak lain istri Kades Pulongrambe Muhamad Sodiq.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *