Sragen-Inspirasiline.com Target Herd Immunity di Kabupaten Sragen sudah mencapai 76%, tetapi Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati blusukan ke pasar mencari sasaran orang untuk divaksin Jum’at (5/11/2021)
Hal itu dilakukan untuk mencari warga yang belum divaksin.
“Ndak bengi ora melu neng Pasar Pak ?. Ibu Bupati blusukan neng Pasar Bunder nggoleki sing durung divaksin ( semalam tidak ke pasar Pak. Ibu Bupati blusukan di Pasar Bunder mencari yang belum divaksin)”.Tanya Staf Diskominfo Sragen yang tidak mau disebut Identitasnya kepada Inspirasiline.com. lalu menginformasikan kegiatan Bupati Sragen pada dini hari.
“Sekitar pukul 02.30 WIB pagi. Aktivitas di pasar bunder sudah ramai. Lalu lalang pedagang dan pembeli cukup banyak, keluar masuk Pasar Bunder Sragen.

Aktivitas jual beli itu bukan di dalam Pasar Bunder melainkan di pelataran sisi barat Pasar Bunder ” Ungkap Staf Diskominfo tadi menjelaskan
“Dini hari tadi berbeda dari hari-hari biasanya. Sejumlah mobil berpelat merah berhenti di depan pintu masuk pasar. Sejumlah tenaga kesehatan (nakes) juga sibuk menyiapkan alat kesehatan dan boks berisi vaksin jenis Pfizer.
Beberapa petugas Dinas Perhubungan (Dishub) mengatur lalu lintas supaya tidak terjadi kemacetan. Di hari yang masih gelap itu, Ibu Bupati nekat datang ke pasar.
Meskipun kondisi pasar becek setelah diguyur hujan, Ibu Bupati tetap melihat aktivitas vaksinasi dan melihat penerapan protokol kesehatan. Ibu berjalan-jalan ke dalam pasar dan menyapa para pedagang.
Beberapa kali mengingatkan pedagang supaya memakai masker dengan benar. Sembari mengecek penerapan protokol kesehatan (prokes), Ibu Bupati juga mencari pedagang yang belum vaksin sama sekali.
Beliau meminta pedagang yang belum vaksin segera datang ke layanan vaksinasi yang khusus diadakan dinihari di pasar itu. Di sela-sela aktivitas itu, Ibu Bupati melihat seorang nenek-nenek datang mendekati pelayanan vaksin” Ujarnya menceritakan aktivitas Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati
“Warga RT 008, Desa Poleng, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen Sutini (67). Setiap harinya berjualan sayuran di pasar itu dan sampai tidak mengetahui bila ada jadwal vaksinasi di desanya mengaku belum pernah divaksin saat ditanya petugas ” Ujarnya lagi meambahkan
“Simbah belum vaksin? Bawa KTP tidak?” tanya Ibu Bupati ramah dan mendekati Sutini. Nenek-nenek itu ternyata tak membawa kartu tanda penduduk (KTP) tetapi Sutini mau divaksin.
Baiklah, Mbah. Tolong simbah ini tetap didata dan divaksin. Untuk KTP biar nanti menyusul,” perintah Ibu Bupati kepada nakes pelayanan vaksinasi.
“Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten ( DKK) Sragen Pak Hargiyanto menyarankan, KTPnya biar diurus Bidan Desa ” Ujarnya menambahkan
Menurutnya Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati menjelaskan aktivitas dinihari sengaja dilakukan sebagai upaya penyisiran pedagang yang belum divaksin sama sekali. Ibu Bupati memprediksi pasti ada pedagang yang tercecer belum divaksin sama sekali.
“Seperti Mbah Sutini hidupnya di pasar sehingga tidak tahu kalau ada vaksinasi di desa atau puskesmasnya. Saat ada jadwal vaksin di desanya pas Mbah Sutini itu berjualan di pasar,” Katanya
Ibu Bupati menerangkan blusukan ke pasar itu bagian dari jemput bola dalam kegiatan vaksinasi. Beliau melihat ada tren dosis pertama dan kedua tidak sama. Ibu ( Bupati-red) memastikan pemberian vaksin dosis pertama dan kedua harus sama jenis vaksinnya.
“Setelah dosis pertama lewat biasanya dosis kedua lebih gampang karena sudah ada datanya. Capaian vaksinasi Sragen sudah tinggi di angka 76% untuk dosis pertama dan capaian vaksinasi lanjut usia mencapai 66%. Kendati tinggi, kami masih tetap menyisir warga yang masih tercecer,” Itu kata Ibu Bupati. ( Sugimin/17 )
