Tegal-Inspirasiline.com. Menempati rumah ber ukuran 4 x 10 meter, tiga wanita ini, hidupnya sedang diterpa dengan cobaan yang mereka rasakan sudah 27 tahun. Hubungan ketiga wanita ini adalah kakak beradik. Mereka tidak seperti oramg pada umumnya, busa berjalan dengan sempurna, dia mengalami cacat di bagian tubuh sehingga tidak bisa berjalan normal, untuk berjalan dia hanya mengandalkan papan yamg dikasih laher (roda) aktivitas ketiga wanita ini terbatas hanya didalam rumah karena tidak memiliki kursi roda.

Ketiga kakak beradik warga RT.1/RW.11 Kelurahan Margadana Kota Tegal adalah Purwanti (49) Muhayah (39) dan Tuti Indriyani (34) Dari ketiga wanita ini hanya Muhayah yang berstatus janda ber anak satu yang tahun ini anaknya akan masuk ke bamgku SLTA. Sedangkan yang dua belum pernah menikah.
Di dalam satu rumah ysng ditempati 3 wanita yang semuanya dalam kondisi cacat tubuh dan satu anak perempuan yang baru lulus SMP, sejak ditinggal kedua orang tuanya kondisinya memprihatinkan untung saja kadang dapat bantuan beras untuk keluarga pra sejahtra meskipun bantuan tersebut kadang waktunya tidak bisa diharapkan.
Kegiatan mereka keseharian hanya buruh membikin tusuk sate dengan upah sehari hanya Rp.5 ribu rupiah, itupun kalau kondisinya lagi sehat.

” Yah hanya sekedar untuk kegiatan mas, dari pada diam melamun.” ungkap Muhayah. Yang katanya harus ngasih uang jajan pada anak semata wayang. Muhayah mengaku suaminya meninggal sejak anaknya masih kecil.
Peristiwa yang mengakibatkan dia cacat tubuh, ia pernah jatuh, saat kerja di Jakarta karena kondisi ekonomi, dia tidak bisa berobat yang harus dia bayar mahal. Sedangkan Tuti yang mengalami kelainan pada kaki dan pinggang kecelakaan tabrak lari waktu dia kerja di Jakarta. Begitu juga Purwanti dia mengalami kecelakaan waktu kerja di Jakarta.
Mendengar kondisi keluarga yang sangat memprihatinkan, akhirnya menggugah rasa empati Kapolresta Tegal AKBP Rahmad Hidayat yang langsung bertandang kerumah mereka Kamis sore kemarin 23/6 2022. didampingi jajarannya dan Lurah Margadana Kota Tegal.
Kapolres menyerahkan tiga buah kursi roda dan bingkisan. Didepan kapolres ketiga wanita itu menceritakan kronologis penderitaan yang dialamnya. Kepada media Kapolres merasa prihatin melihat kondisi keluarga yang ketiganya cacat.
” Yah semoga ibu tetap tabah menghadapi cobaan hidup, yang penting semangat dan sehat yah jangan mengeluh, ” Ujar Kapolres di depan mereka.
Sebagai rasa keprihatinanya, kapolres minta kepada anggotanya supaya sering menengok keluarga tersebut untuk membantu mereka keluar rumah atau berjemur.
” Saya minta pada anggota babin, tolong bantu mereka, supaya tidak jenuh didalam rumah terus ,” Pinta Kapolres pada anggotnya.
Kapolres juga akan memberikan bea siswa kepada anak Muhayah, yang tahun ini akan masuk bangku SLTA. Setelah menyerahkan kursi roda, Kapolres pun memapah mereka naik ke kursi roda dan keluar rumah, sekalian mengajari mereka cara naik kuirsi roda.
,” Kegiatan bakti sosial ini juga dalam rangka hari bhayamgkara ke 76 tahun 2022 dan saya sangat apresiasi pada mereka, karena meski dalam kondisi lumpuh layu mereka tetap semangat berjuang menjadi buruh bikin tusuk sate.
,”Pungkas Kapolres. (Biet)
