SMP Negeri Di Kabupaten Grobogan Masih Kekurangan Siswa Baru Tahun 2022/2023

NEWS

Grobogan-Inspirasiline.com. Program PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) untuk siswa SMP Negeri Tahun pelajaran 2022/2023 Kabupaten Grobogan melalui online usai sudah. Namun hasilnya jauh menggembirakan, karena hanya sebanyak 18, 1 % saja dari jumlah SMPN di Kabupaten Grobogan yang  terpenuhi kuota murid baru nya.

Hal itu disampaikan Plt Kadisdik Grobogan Endang Sulistyoningsih, ST MT melalui Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SMP Suwoyo, SSos di ruang kerjanya,  Rabu ( 29/6/22).

Kasi SMP Disdik Grobogan, Suwoyo, SSos dengan wartawan Inspirasi Semarang

Suwoyo menjelaskan dari jumlah 52 buah SMP Negeri di Kabupaten Grobogan, 44 buah diantaranya membuka pendaftaran peserta didik baru secara online sedang 8 buah SMPN yang lainnya membuka pendaftaran secara offline. Ke delapan sekolah itu adalah SMPN3 Grobogan, SMPN2 Tawangharjo,  SMPN2 Tanggungharjo, SMPN3 Pulokulon, SMPN2 Godong, SMPN3 Wirosari, SMPN3 Gabus dan SMPN3 Tegowanu. Masing masing sekolah itu menetapkan jumlah kuota murid barunya sesuai kapasitas yang ada “Dari 44 buah SMPN tadi, hanya 8 SMPN saja yang kuota murid barunya telah terpenuhi. Sisanya tidak terpenuhi” katanya.

Pendaftaran peserta didik baru SMP Negeri se Kabupaten Grobogan baru kali ini banyak SMP Negeri yang tidak terpenuhi kuotanya, tidak seperti tahun tahun sebelumnya. Ke delapan SMP Negeri yang sudah terpenuhi kuotanya tersebut adalah SMPN 2 Purwodadi, SMPN 3 Purwodadi, SMPN1 Toroh, SMPN2 Toroh, SMPN1 Gabus, SMPN1 Gubug, SMPN1 Karangrayung dan SMPN1 Wirosari.

Bagi SMPN yang belum terpenuhi kuotanya, saat ini masih membuka pendaftaran lewat offline hingga terpenuhi. Terpisah, Kepala SMPN 6 Purwodadi Agus Prasetyo, SPd., MPd mengaku sekolahnya belum terpenuhi kuota murid baru melalui pendaftaran online karena sekolahnya dikelilingi sekolah sekolah favorite seperti SMPN 1,2 dan 3 Purwodadi dimana warga Purwodadi dan sekitarnya lebih menyukai menyekolahkan anaknya ke SMPN tersebut. Disamping itu karena efek pandemi dimana PTM ( pembelajaran tatap muka) dilaksanakan belum mantap dan sekolah tidak jelas  sehingga  anak-anak banyak yang dipondokkan oleh orang tuanya disekitaran Purwodadi.

Agus mengatakan meski sudah tutup pendaftaran melalui online, tetapi pihaknya masih membuka pendaftaran secara offline hingga masuk tahun ajaran baru. Padahal, SMPN6 Purwodadi sudah menggratiskan modul belajar bagi siswa tidak mampu dan menghapus SPI , sebagaimana diberlakukan sekolah sekolah lain yang memungut SPI (sumbangan pembangunan institusi). Sedangkan bila terjadi kerusakan infrastruktur Agus meminta dana pembangunan lewat Disdik Grobogan. Harapannya adalah  tercapainya kuota murid baru  “Semoga saja dapat tercapai, tapi tampaknya tidak tercapai dari 352 anak, baru 257 anak saat ini” pungkas Agus. (jokowi)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *