Bupati Sragen Mengaku Belum Bisa Memberi Solusi Petani Yang Padinya Terancam Puso Terendam Air

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com. Banjir yang melanda sejumlah Wilayah di Kabupaten Sragen mulai surut. Tercatat 31 Sekolah, baik TK/PAUD maupun SD terdampak Banjir. Sehingga Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sementara diliburkan. Selain itu, sejumlah warga terpantau masih mengungsi.

Banjir luapan Sungai Bengawan Solo dan Anak sungainya, merendam sejumlah Wilayah. Permukiman dan Areal Persawahan terdampak. Termasuk sejumlah Akses Jalan yang terputus karena Tingginya Arus.

Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen menjelaskan, delapan Kecamatan terdampak paling parah, Kecamatan Sukodono, Sidoharjo, Sragen Kota, Sambungmacan, Masaran, Plupuh, Tanon, dan Ngrampal.

Tercatat 16 Desa dan 995 Unit Rumah terendam Banjir. Kemudian 11.185 Orang menjadi Korban Banjir. Termasuk 1.203 Hektare (Ha) Sawah Terendam.

“Kemarin saya memantau ke Desa Patihan, Kecamatan Sidoharjo  dan Desa Kecik, Kecamatan Tanon. Hampir semua Sawah terendam Air,” Ungkap Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Ditanya apakah Banjir kali ini memengaruhi Hasil Panen Padi, Bupati yang akrab disapa Yuni ini memungkinkan. Meskipun demikian, beberapa sudah ada yang panen.

“Kecuali di Desa kecik yang belum Panen. Hasil Panennya pasti tidak bagus. Ini perlu Perhatian bersama,” Imbuhnya.

Yuni mengaku belum bisa memberikan solusi bagi Petani yang Padinya terancam Puso.

“Paling utama adalah Kemanusiaan terlebih dahulu. Serta Respon Cepat terhadap keluhan yang ada. Seperti kemarin ada warga kesetrum. Juga Ibu Hamil yang Melahirkan. Saya minta Tenaga Kesehatan Standby di Lokasi,”  Pintanya.

Saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen sudah menyalurkan Logistik kepada warga yang merasakan Banjir. Mulai dari Obat-obatan hingga Sembako. “(Bantuan Logistik-red) mengunakan Dana dari Baznas dan Dinsos (Dinas Sosial), untuk Tanggap Darurat seperti ini,”   Bebernya.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Sragen Untung Wibowo Sukowati ikut Turun Gunung. Meninjau lokasi Pengungsian. Sebagian besar Pengungsi berharap, mereka bisa kembali ke Rumah masing-masing.

“Kami meninjau beberapa Titik Banjir. Kami bantu Sembako, ada Beras, Telur, dan Minyak Goreng. Beberapa warga diminta segera pulang, tapi kondisinya belum aman,” Ungkapnya.

Anggota DPRD Provinsi Jateng ini berharap, seluruh kader PDIP Sragen Siaga. Selalu Siap dan Siaga membantu masyarakat saat Tertimpa Bencana Alam.

“Semua turun di Wilayah Banjir. Saya minta mereka Standby , Membantu semua Kebutuhan Warga. Kalau Pengungsian yang banyak di Desa Kecik, Desa Tangkil, dan Desa Sribit,” Ungkapnya mengurai. (Sugimin/17)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *